Jumat, 23 Juni 2017

Arti Dewasa

Dewasa.

Membaca kata tersebut pasti membuat pikiran kita mengarah kepada orang yang sudah tua. Padahal, kata dewasa mengandung makna yang sangat luas sekali, tidak hanya sebatas orang yang mempunyai pemikiran yang matang.

Dalam kehidupan sehari-hari,
banyak yang bisa kita ambil maknanya dari arti kedewasaan.

Misalkan
Share:

Rabu, 21 Juni 2017

Ini Postingan Pas Gue Udah Nyampe Rumah

Kalau ditanya udah cuti ngapain aja,
gue bakal bilang kalau....ah gausah pake tanya lagi lah ya, udah pada tau juga.
Dengan tidak terbukanya pintu kamar gue di pagi hari, kalian udah bisa menyimpulkan sendiri.
Hahaha.

Dateng-dateng ke rumah nyampe tengah malem, gue langsung tepar. Capeknya si bukan karna nyetir selama dua jam sampe Rantau, tapi karna gue terlalu banyak ngangkut oksigen ke otak alias kekenyengan. Wong kowe ra puasa, muehehehe. Kan musafir.

Jujur, gue seneng banget bisa pulang cuti ketemu keluarga. Gue sering ngerasa kasian sama temen-temen gue yang gak bisa pulang karena alasan finansial. Katanya nanggung pulang cuman 3 minggu, orang bentar lagi juga mau lulus bulan agustus nanti. Jadi mereka lebaran dimana? Ya di tempat orang. Jauh dari keluarga. Dan yang jelas, harus bisa mengikhlaskan hati gak bisa ngerayain hari raya lebaran bersama orangtua.

Gue bersyukur banget udah dikasih kesempatan dan rezeki buat pulang tiap kali ada cuti. Ketemu dengan sanak keluarga itu momen yang paling dinanti banget. Apalagi ini bulan Ramadhan yang konon katanya bentar lagi udah mau lebaran. Kalo gue gak pulang, gak dapet THR lah gue. Haha.

Asik-asiknya tidur kan, menebus waktu karena
Share:

Minggu, 18 Juni 2017

No (Girl)Friend, No Trouble!

Apa sih arti teman menurut pandangan kalian?

Gue sih simpel: orang yang selalu ngerti keadaan kita dan orang selalu ada buat kita. Jadi gak ada batasan, entah itu harus cewe, cowo atau seorang gay sekalipun.

Semenjak satu tahun berjalan ini, gue udah nyaman dengan berteman, dengan siapa saja. Gak ada yang ngelarang gue. Gak ada orang yang harus membatasi gue buat ngelakuin hal apapun. Enak aja gitu, bisa kenal dan dekat sama siapa aja. Gue kumpul-kumpul sama temen gue gak harus takut tuh ada yang bakal cemburu ato negatip tingking sama gue. Jempol kebawah kalo ada orang seperti itu.

Tapi yang gue rasain belakangan ini, gue berteman seakan memberi suatu harapan untuk beberapa orang. Gue gak ada maksud untuk mencari pacar dengan sok-sok akrab dengan orang. Nggak! Nyatanya sekarang, orang lain malah menganggap gue 'berbeda' di hati mereka.

Oke, sekarang gue tanya. Apakah
Share:

Jumat, 16 Juni 2017

The Last Cuti

Akhirnya cuti, yeaaaay..
Mari kita sorak-sorak bergembira. Syalalala dubidubidam..

Ini adalah cuti terakhir gue selama masa pendidikan. Di cuti kali ini pula gue udah punya banyak schedule yang kayaknya bakal jadi wacana aja. Hehe, udah pada tau juga lah ya apa yang akan terjadi kalo gue udah tiba di rumah, yaaa paling mentok-mentok gue hibernasi di rumah seharian.

Tapi nggak dah kayaknya.
Dari kemaren, udah banyak undangan dari para
Share:

Rabu, 14 Juni 2017

Aku Berubah.. Menjadi Seekor Rubah

Gue tau dan yakin banget, orang-orang gak bakalan kaget kalo baru-baru ini muncul notif di situs blogger mereka dengan tulisan 'Bayulicious'. Dan gue berani bersumpah, gue tau persis argumen mereka terhadap gue dan tetap sama gak akan pernah berubah sampai akhir zaman.

"Dari mana aja lu bay?! Orang nungguin update curhatannya elu eh, hampir tiga bulan gak nongol-nongol!"
"Gua tau, gua tau banget nih, pasti dia malas lagi. Yakan bay? Ngaku aja dah lu! Dasar jahanam!"

Oke oke santai, woles bero.
Tapi, yaaah, memang begitulah kenyataannya. Hehe.
Gue gak akan minta maap, karena kayaknya udah beribu-ribu kali gue bilang gituan. Jadi maklumin aja. Kalo udah bosen, yaudah, cari aja penggantinya sono, yang lebih baik dan yang lebih pengertian ketimbang diriku.

Huft, gue merasa gue udah gak produktif lagi sekarang. Dulu
Share:

Rabu, 10 Mei 2017

Info Penting

Gue pengen menceritakan sesuatu hal yang sangat.... hal ini mungkin akan berdampak buruk terhadap masa depan gue dengan orang lain. Gue udah mencoba meyakinkan diri gue untuk tetap tabah dan sabar dalam menghadapi hal ini. Kedua orang tua gue sempet memberikan sebuah nasehat yang sangat bijak. Mereka bilang: mungkin rezeki kamu memang sudah habis dan putus disana.

Ada seseorang yang saat ini, mungkin di dalam beberapa waktu ke depan akan merasa sangat kehilangan. Dia sempat bertanya, apakah ini menyangkut dengan diriku? Dan saat itu gue jawab, iya, kamu ada di dalamnya, tapi hanya 1% dari 100% hal ini melibatkan dirimu. Dia terdiam. tidak tau harus berkata apa.

Beberapa orang lain juga mungkin akan bertanya-tanya di dalam diri mereka, kemana Bayu? Di dalam hati, gue mencoba untuk mencari kata-kata yang enak untuk diucapkan. Bagaimana bisa, setelah sekian lama waktu berjalan, gue bisa meninggalkan orang-orang yang ikut memberikan warna dan cerita di dalam kehidupan gue. Sekali lagi, orang tua gue bilang: sabar, ini hanya sebuah cobaan, ini hanya tentang bagaimana kamu bisa belajar untuk mengikhlaskan.

Di malam itu, setelah menelpon orang tua, gue mencoba untuk mengutarakan semuanya. Mencoba untuk memberi tahu mereka apa yang sebenarnya terjadi dan membuat gue sedikit murung memikirkan hal yang sangat menyakitkan ini.

Gue mengumpulkan niat dan sedikit keberanian gue untuk menekan tombol hijau di henpon kecil gue. Berharap dengan dimulainya komunikasi ini, setidaknya, mereka mengetahui kenyataan yang sebenarnya dan tidak akan terjadi kesalahpahaman.

Ehm.

Jam menunjukkan pukul 18:42. Komunikasi itu pun dimulai.
Gue udah siap untuk memulai pembicaraan ini.
Dan tekad gue sudah bulat.

Kira-kira beginilah yang gue ceritakan:

aku minta maaf, kalau seharian ini aku tidak ada memberi kabar apapun kepada kalian semua. bukannya aku sombong, tetapi ada 'sesuatu' yang membuat aku mau tidak mau harus melakukannya. pada kesempatan ini, aku bilang sesuatu yang mungkin tidak mengenakkan hati kalian. aku menghubungi kalian, agar memberi tahu yang sebenarnya, supaya kita tidak saling salah paham. ehm.

aku bakal bilang, ehm..aku berharap disana kalian menyiapkan tisu, buat jaga-jaga kalau aku menceritakan hal ini kalian akan merasakan kesedihan yang amat sangat dan mengeluarkan air mata.

aku bakal bilang kalau...
hape android gue hilaaaaaaanggggggg!!!!
hhuuwwwaaaaaaaaaaaaaa

Antiklimaks.
Share: