Kamis, 19 Maret 2015

Somebody New

02/27/2015

Baru saja gue menutup halaman terakhir buku yang gue baca. Salah satu bab di dalamnya menceritakan tentang bagaimana tentang kita yang dulunya suka, bahkan cinta sama seseorang, pas sudah kembali lagi, semuanya sudah terasa berbeda.

Ini yang gue rasain belakangan ini.

Gue udah lama putus sama mantan pacar terakhir gue. Lama banget malahan. Sekitar hampir dua tahunan. Dan gue udah bisa move on, gue udah bisa lupain semuanya yang terasa sangat bodoh buat gue. Akan tetapi akhir-akhir ini, dia (baca: mantan), sering nginbox gue bahkan nelpon gue, yang tentu gue biarkan tanpa jawaban. Engga tau kenapa, dia jadi sering ngubungin gue bahkan sebenernya gue engga mau. Gue engga mau kembali terbawa ke masa lalu gue yang udah lama lewat. Bagi gue, itu semua hanya bayangan hitam di hidup gue. Gue udah berubah, dan mungkin, dia juga udah berubah. Ada suatu perasaan dalam diri gue yang tidak bisa utuh seperti dulu lagi.

Dan sekarang,
gue udah bersama orang lain.

Orang lain yang bisa membuat gue "lebih nyaman". Orang lain yang bisa "lebih mengerti" gue. Orang lain yang membuat diri gue "lebih dari sebelumnya". Sama, seperti prinsip gue dulu, apabila gue udah nemuin tempat yang nyaman, gue engga mau nyari tempat lain lagi. Kalaupun ada, mungkin tempat itu tidak senyaman yang sekarang.

Terimakasih untuk seseorang yang sudah hadir dalam kehidupan baruku...

Choirunnisa Ika Harjanti
Share:

Selasa, 24 Februari 2015

Difference ≠ Forbidden

Mohon izin kepada GPearl, pemilik akun blog kisahkuceritaku13, saya meminjam salah satu tulisannya untuk saya pajang di blog ini. Postingan tentang Cinta Tapi Beda itu sangat bagus, dan yang pasti, itu terjadi juga pada realita kehidupan saya. Maka dengan itu saya mohon izinnya untuk memasang tulisan itu di blog Bayulicious ini.






Cinta Tapi Beda.

Katanya itu adalah sebuah nama film drama Indonesia yang lumayan populer. Katanya juga, film itu berhasil merebut hati anak-anak remaja yang suka dan doyan cerita romantis mengundang tangis. Tapi entah kenapa, gue yang movieholic, engga tau kalo film tersebut sempet nongol di layar lebar.
Oke, mungkin gue nya yang emang kudet.

Menurut tulisan yang gue baca, film itu mengisahkan seorang cewe yang beragama katolik dan seorang cowo yang beragama muslim memutuskan menjadi sepasang kekasih, yang bahkan berencana menuju pelaminan. Namun sayangnya, mereka terhalang restu akibat perbedaan agama keduanya. Gue rasa perbedaan agama emang udah menjadi topik dan masalah umum di kalangan anak muda dan masyarakat sekarang ini. Tapi ada satu perbedaan yang paling ngenes menurut gue, yaitu: perbedaan kontingen.

Kontingenisasi dalam suatu sekolah kedinasan adalah hal yang umum ketika semua mahasiswa atau peserta didik dari asal pendaftaran yang sama berkumpul dan memperlihatkan identitas tiap kontingen. Dan ada satu dilema dan kegalauan luar biasa kronis dalam sekolah kedinasan. Yah, gue engga tau apakah semua senior di sekolah kedinasan punya aturan yang sangat aneh dan konyol ini, yaitu aturan yang mengharamkan bagi setiap kontingen untuk tidak boleh jatuh cinta sama lain apalagi pacaran! Bukan perbedaan agama lagi yang menghalangi seperti di film Cinta Tapi Beda, tetapi perbedaan asal pendaftaran. Aneh banget kan??

Penyebabnya sampai sekarang masih berupa tanda tanya besar, ada yang berpendapat aturan itu normal-normal aja, sah-sah aja, tapi kebanyakan menganggap aturan itu melanggar hak asasi manusia untuk jatuh cinta. Engga masuk akal banget, gue pikir.

Dari beberapa sumber yang udah melanggar aturan tersebut, gue sedikit terharu tapi juga tertawa mendengar kisah-kisah mereka yang penuh perjuangan menyembunyikan hubungan mereka agar tidak diketahui senior atau teman seangkatan. Ada yang terpaksa hanya bisa melihat dari jauh, menunggu liburan tiba bahkan ada juga yang siap menerima konsekuensi dengan langsung meminta restu dari saudara sekontingen pasangannya tersebut, tapi tentu saja harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Menurut gue pribadi, perasaan itu bisa datang kapan aja dan dimana aja, bukan salah mereka yang sedang jatuh cinta memang, hanya waktu dan tempatlah yang kurang pas, tapi semua itu jadi lebih menarik untuk dikenang karena ada unsur perjuangan dan kesabaran yang tidak kita temui pada pasangan-pasangan lain diluar sana yang juga mengalami masalah perbedaan, masalah cinta tapi beda kontingen hanya dapat kita rasakan di sekolah kedinasan ini. Pahit dan manisnya berasa banget.

Nah intinya sekarang, cinta tapi beda kontingen ini gue alamin sendiri di kehidupan gue. Gue engga ngerti dengan adanya aturan konyol itu yang mengharamkan sepasang insan manusia untuk menyayangi satu sama lain. Pengalaman gue ngerasain cinta tapi beda kontingen ini bener-bener bikin gue mules...

(to be continued...)
Share:

Senin, 17 November 2014

"Underground Message"

03/09/2014
14:04

notice:
nyambung dengan postingan 14/11/2014

Don't convince yourself
that she likes you
just because she's being nice to you.
Sometimes, you're just "a choice"
when she's bored...

Paham lah pian..?
Nah, amun yang ini pang paham lah..?

Jangan meyakinkan diri
bahwa dia menyukaimu
hanya karena dia bersikap manis padamu.
Terkadang, kamu hanya "sebuah pilihan"
ketika dia bosan...

Inilah alasan aku menjauh darimu
Share:

31-08-14

01/09/2014
11:22

For all:

"Terima kasih buat keluarga, temen, sahabat...
yang sudah ngasih ucapan dan kata-kata doanya...
Semoga semuanya dapat dikabulkan oleh Sang Gusti Mulia Raya.."

"Tidak lupa juga terima kasih yang sebesar-besarnya
buat rekan-rekan Borneo XXIV, kakak-kakak dan abang-abang Borneo
yang sudah ngucapin dan berhasil bikin Bayu elek..."

Yah..
Walaupun kado yang gue dapet kemaren adalah "ini"



Happy Birtday to me..
Share:

Jumat, 14 November 2014

Mirip Seperti Kentut

10/08/2014
17:09

"Ding, kaka sayang lawan pian, pian hakun lah jadi pacar ulun?"
"Inggih, ulun sayang jua lawan pian ka"

Andaikan saja kalimat itu lebih gampang diucapkan oleh mulut seseorang. Mungkin jumlah kaum jomblo di dunia ini sedikit berkurang.

Gue termasuk orang yang mudah suka sama orang. Dari pertama kali liat, kenalan, gue langsung ngerasa 'oh ini cocok jadi pacar gue'. Tapi semua itu hanya sebatas suka, gue mati kutu kalo udah disamperin. Apalagi kalo mau ngungkapin apa yang gue rasain ke orang itu, mungkin gue udah mati di tempat dengan mulut berbusa.

Jatuh cinta itu menurut gue kaya pengen kentut di tengah orang banyak. Kita pengen banget ngeluarin 'apa' yang ada di dalam diri kita, tapi kita takut dan malu-malu buat ngeluarinnya.

Gue udah lumayan lama suka sama ni orang, tapi sampe sekarang selalu aja ada sesuatu yang bikin gue gak berani bertindak. Entah itu dari gue pribadi karena gue cupu, ato bahkan urgent dari orangtua.

Ah, lupakan saja.

Gud evening *titik dua tutup kurung*
Share: