Rabu, 26 Februari 2014

This New Family...

Urgent!
Beberapa postingan telah dihapus karena diklaim telah gagal lulus sensor dan melanggar Peraturan Pemerintah No.1234 Tentang Kaidah Penulisan Alay. Dan gue telah diberi sanksi hukuman oleh pihak terkait dengan menikahi Laura Theux.

Apaan?! Ga nyambung kan.
Ya udah, abaikan.

Selama ini gue selalu bergantung kepada orang-orang yang menjadi sahabat gue di luar sana. Apa yang gue alami disini selalu gue ceritain ke sahabat-sahabat gue. Efeknya, gue terlalu cuek dengan temen-temen yang berada satu wisma dengan gue, yang padahal, mereka selalu berada di deket dan di samping gue.

Gue sadar, kalo gue terlalu epen (baca: engga penting/masa bodoh) dengan mereka. Padahal mereka-mereka ini yang nyatanya satu perjuangan dengan gue. Sama-sama menelen pahit dan manisnya pendidikan disini. Gue sadar, gue engga bisa selamanya bergantung pada satu orang aja, gue juga harus bisa berbaur dengan orang-orang lain.

Hari demi hari, gue mencoba akrab dengan temen satu wisma gue. Gue mencoba mengenal mereka lebih jauh. Dari mana asal mereka? Bagaimana adat di daerah mereka? Bagaimana keluarga mereka? Bagaimana pacar-pacar mereka?

Lama kelamaan gue merasa suka sama mereka. Eh, bukan maksudnya gue suka trus jatuh cinta sama mereka, bukan. Bukan! Maksudnya gue ngerasa nyambung gitu sama mereka. Gue seneng bisa mengenal temen-temen dari berbagai daerah. Dari barat sampe timur. Dari sabang sampe merauke. Dari abang sampe pace. Dari kulit putih sampe kulit item. Dari orang ganteng sampe orang jelek.

Yang paling deket sama gue adalah temen-temen di petak gue sendiri. Semuanya dari daerah yang berbeda-beda. Dan mereka punya karakter dan sifat-sifat yang berbeda pula. Ada yang kocak, ada yang kalem, ada yang alim, dan ada juga yang agak......yah, eror lah.

Dengan semua perbedaan itu, suasana kehidupan gue disini sekarang semakin asik aja. Gue udah nganggap mereka kaya saudara gue sendiri. Yah, taulah..yang namanya jauh dari orang tua, jauh dari keluarga, temen-temen kita sendiri kita anggep sebagai keluarga terdeket kita.

Gue pengen kita semua tetep kompak. Kompak dalam segala hal. Kompak dalam hal baik.

Kompak masuk kuliah, kompak ngikutin kegiatan...
...dan yang pasti, kompak dalam hal ngerembes.
Mueheheheheh...

lapor! wisma nusantara 16 bawah petak D, jumlah 18, kurang 7, hadir 11, keterangan 7 sedang dikancing di barak senior, laporan selesai!!!

Share:

Kamis, 13 Februari 2014

Mid Test...heemm It Sounds Like Mad Test

Tampaknya beberapa tulisan gue telah menyinggung perasaan beberapa pihak. Oh well, maafkan gue yang sangatlah labil ini teman. Gue nulis kadang engga pake mikir panjang, gue tulis apapun yang ada di pikiran gue. Once more, let me apologize to you all, dawg....

And there's another update.

Let's go to our main topic.

Gue udah dua hari ini ngejalanin mid test di IPDN. Yang pertama kali. Dan rasanya itu....heemm gimana ya...mid test gue kali ini bisa diibaratkan kalian makan nasi goreng dikasih sayur asem diatasnya ada sate trus diatasnya ada coklat juga: ENEG !!

Di hari pertama, okelah gue bisa ngejawab semua soal dengan baik. Mata kuliah Pancasila dan Bahasa Inggris mampu gue babat habis sampe ke akar-akarnya. Besoknya, gue dihadapkan sama mata kuliah Filsafat dan Kewarganegaraan. Soal Filsafat ini gue paling cinta dah! Pertanyaannya apa coba, jelaskan tentang pendapatnya Thales bahwa kehidupan berasal dari air. Ya gue jawab aja kan, saya sangat setuju dengan pendapatnya Thales karena manusia memang diciptakan dari air, yaitu air sperma.

Dan hari ini, hari ini tadi gue bersyukur banget dapet pengawas yang cantik, dan gue berasumsi kalo ni dosen enak diajak kerja sama, tapi sayangnya killer abis kaya Nikita Mirzani. Beliau berada di deket gue mulu, kan gue jadi risih dibuatnya (cailah!). Dan selama ujian Ilmu Pengantar Politik tadi, gue gondok setengah mati.

Besok, hari terakhir gue berjuang di mad mid test kali ini.

Dan gue berharap di ujian mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum besok, gue engga berhadapan dengan dosen yang menghukum gue.

Omen!
Share:

Senin, 03 Februari 2014

Tragedi Di Pagi Minggu

Hari ini gue baru aja mengalami pengalaman paling buruk selama tinggal di Wisma Nusantara 16 Bawah ini.
Bener-bener buruk.

Asalkan sodara-sodara semua tau, gue adalah orang yang suka segala sesuatu yang praktis dan cepet. Gue suka makanan gue bisa cepet saji di hadapan gue. Malahan kalo gue pengen minum susu, gue bakalan nete langsung ke *sensor* daripada repot-repot beli susu. Hehehe, kan cepet tuh..langsung dari kemasan pula.

Lanjut..
Semuanya dimulai biasa aja, gue masih bernapas pada tempatnya, masih mandi pada tempatnya, semuanya biasa-biasa aja, engga ada tanda-tanda bahwa hari ini akan ada marabahaya yang menghadang, atau ada aral yang melintang, atau ada kolor yang melayang, pokoknya engga ada tanda-tanda firasat penglihatan ato apalah itu.

Hingga tiba-tiba di sela gue mau berangkat makan pagi ke menza, gue merasa haus banget. Pengen minum dari air galon, galon belum diisi. Mau minta air sama temen di petak lain, mereka ngalami hal yang sama: galon belum diisi. Setelah gue keliling-keliling mencari sumber air, akhirnya mata gue berbinar cerah, seakan gue baru menemukan harta karun yang telah tersimpen selama berabad-abad....

Di bawah bed temen gue terlihatlah satu botol Aqua gede berisi air. Karena haus berat, gue ambil aja terus gue minum dengan penuh kenistaan. Sebelom gue minum, gue sempet heran kenapa nih air baunya harum ya. Sekali lagi, karena gue haus berat, gue minum terus hampir setengah botol. Pas gue minum, ada temen gue yang teriak:

"Eh, Bay jangan diminum!! ITU AIR KISPRAY!!!!"

Gue: hoooooeeeeeeeeekkkkkkk.................

Otomatis gue langsung memuntahkannya kembali di tempat itu juga. SUMPAH, PANTES BAUNYA HARUM DAN RASANYA ENEG BANGET.

Engga taunya itu bukan air minum Aqua beneran, melainkan air kispray yang diisi temen gue ke botol sebanyak 3 sachet. Rasanya aseeemm bangettt. Berasa minum sari ketek. Gue langsung lari ke kamar mandi, buat kumur-kumur.

Engga berapa lama kemudian, gue cegukan sambil ngeluarin buih dari mulut.

Air kispray sialan!

Untung gue engga mati!!

Pesan moral hari ini: makanya kalo kalian nanti mau main ke wisma gue, harus hati-hati kalo ngeliat air dalam botol. Soalnya kita engga tau pasti itu air apa. Siapa tau aja itu adalah cairan baygon untuk ngusir kecoa. Serem banget deh kalo ngebayangin keminum itu -,-
Share:

Kamis, 30 Januari 2014

Rick Price - Heaven Knows

Oke..
Gue sebenernya pengen nulis sesuatu. Some specials for me. Tapi berhubung mata gue udah redup kaya lampu poskamling, gue pengen nulis lagu aja deh.

Ini lagu pengantar tidur gue malam ini...

She's always on my mind
From the time I wake up
'Til I close my eyes
She's everywhere I go
She's all I know

Though she's so far away
It just keeps getting stronger every day
And even now she's gone
I'm still holding on

So tell me where do I start
'Cause it's breaking my heart
Don't wanna let her go

Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find their way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows

My friends keep telling me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if she returns in kind
I'll know she's mine

So tell me where do I start
'Cause it's breaking my heart
Don't wanna let her go

Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find their way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows

Why I live in despair
'Cause wide awake or dreaming
I know she's never there
And all these time I act so brave
I'm shaking inside
Why does it hurt me so

Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find their way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows

Have a nice dream, 5 :)
Share:

Minggu, 26 Januari 2014

Pendapat Gue Tentang Falsafah Yunani Kuno

Kali ini postingan gue agak berbau pendidikan.
Bosen juga, tiap hari nyeritain hal pribadi yang ngebuat gue galau.
Demi kejayaan bangsa dan negara ini, gue bakalan ngasih pendapat gue soal falsafah-falsafah kuno.

Here we goes:

1. Thales (625 SM-546 SM)



Thales ini dianggap sebagai filsuf Yunani pertama dan disebut sebagai "Bapak Pengetahuan Ilmiah" dalam kebudayaan Barat. Karyanya adalah antara lain berhasil meramalkan gerhana matahari pada 28 Mei 585 SM (keturunan Mama Lauren mungkin), menemukan cara mengukur tinggi piramida dan jarak kapal di laut, serta menerangkan teori tentang banjir tahunan di Mesir (kaya Nabi Nuh aja). Thales ini juga mengatakan bahwa air itu adalah prinsip dasar segala sesuatu. Dia bilang karena air itu menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta.

Gue kurang sependapat sih sama si Thales ini. Bila air merupakan prinsip dasar segala sesuatu, maka seharusnya air adalah zat segala sesuatu. Tapi kenyataannya, air dan api aja saling berlawanan, sehingga air bukanlah zat yang ada dalam segala-galanya. Liat aja Avatar!

2. Anaximender (610 SM-548 SM)


Murid Thales ini mengatakan bahwa asal dari segalanya itu adalah sesuatu yang tidak terhingga dan tidak berkeputusan, yang disebut apaeiron. Mengenai pendapat filsuf yang satu ini gue sangat setuju. Karena menurut gue asal ini bersifat ilahi, abadi, dan meliputi segala sesuatu--termasuk air dan udara sekalipun. Ibaratkan Avatar, apaeiron ini adalah Aang yang sudah menguasai semua elemen dunia.

3. Anaximenes (585 SM-528 SM)

Filsuf yang satu ini adalah guru penghabisan dalam aliran filosof dan Miletos. Seperti Chan WahSun dalam riwayat Ip Man. Dia bilang, bahwa engga ada sesuatu bisa hidup tanpa udara, dan jiwa itu serupa dengan udara. Agak aneh juga sih ketika gue tau pendapatnya soal bila udara mengalami pengenceran maka timbullah api. Api aja akan padam bila kena hembusan udara yang kenceng. Entah darimana beliau ini menemukan teori seperti itu.

(kasih nilai A untuk mata kuliah Pengantar Filsafat ini ya Pak Dosen yang baik hati :D)
Share:

Sabtu, 25 Januari 2014

Antara Dobermen dan Cleaning Service

Yang namanya nusantara itu terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan bahasa. Dari sabang sampai merauke terdapat muka yang berbeda-beda. Ada yang ganteng, ada yang cantik, ada yang biasa-biasa aja, dan ada juga yang mukanya ancur kaya abis ketabrak angkot. Ada yang kulit putih, dan ada juga yang kulitnya item kaya abis dibakar massa rame-rame.

Gue, tergolong dalam kasta orang ganteng dan kulit putih. Eh?

Di lembaga ini gue mencoba untuk mendapat banyak temen sebanyak mungkin. Dari ujung timur sampe barat udah ada yang akrab sama gue. Tapi, sebagian kecil ada juga yang engga "sreg" sama gue karena sifat dan sopan santunnya engga ada. Contohnya saja kontingen A, mereka gaya bahasanya halus dan ramah. Sedangkan kontingen B, mereka suka main dengan kata-kata yang engga ada norma sama sekali.

Dan dari sifat yang kurang mengenakkan itu, temen satu petak gue ada yang suka banget mantul alias makan tulang temen sendiri. Ada yang suka minjem barang orang trus engga dikembaliin. Ada juga yang suka ngotorin wisma.

Karena kemaren gue dapet piket jaga wisma, otomatis gue yang bertanggungjawab atas semua apa yang terjadi di wisma pada hari itu. Gue ngebersihin serambi, ngebersihin lorong, ngebersihin kamar mandi, nyapu dan ngepel sebagainya. Yang bikin keselnya, banyak diantara temen-temen satu wisma gue yang kurang ajar. Lantai wisma baru aja gue bersihin, mereka seenaknya masuk ke dalam pake sepatu.

Ya, gue marah lah. Banget.
Karena gue engga terima terus-terusan bersihin trus dikotorin lagi seenaknya, gue hardik aja mereka dengan kata-kata yang...yah, agak kasar lah:

"Eh, lepas sepatu bego!! Baru aja gue bersihin, lo seenaknya naik pake sepatu!"
"Eh, lo bisa ngerhagain yang jaga wisma ga sih!! Emangnya ini wisma punya cucu kakek moyang lo?!"
"Eh denger ga?! Beliin gue es krim!!"

Ehm.

Salah satu temen gue ada yang sempet menimpali:
"Eh, lo itu jaga wisma ato dobermen sih?!"

Gue jawab dengan tegas dan penuh wibawa:
"Gue ini kaum orang ganteng dan kulit putih"

(muntah aja silahkan)
Share: