Sabtu, 25 Januari 2014

Antara Dobermen dan Cleaning Service

Yang namanya nusantara itu terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan bahasa. Dari sabang sampai merauke terdapat muka yang berbeda-beda. Ada yang ganteng, ada yang cantik, ada yang biasa-biasa aja, dan ada juga yang mukanya ancur kaya abis ketabrak angkot. Ada yang kulit putih, dan ada juga yang kulitnya item kaya abis dibakar massa rame-rame.

Gue, tergolong dalam kasta orang ganteng dan kulit putih. Eh?

Di lembaga ini gue mencoba untuk mendapat banyak temen sebanyak mungkin. Dari ujung timur sampe barat udah ada yang akrab sama gue. Tapi, sebagian kecil ada juga yang engga "sreg" sama gue karena sifat dan sopan santunnya engga ada. Contohnya saja kontingen A, mereka gaya bahasanya halus dan ramah. Sedangkan kontingen B, mereka suka main dengan kata-kata yang engga ada norma sama sekali.

Dan dari sifat yang kurang mengenakkan itu, temen satu petak gue ada yang suka banget mantul alias makan tulang temen sendiri. Ada yang suka minjem barang orang trus engga dikembaliin. Ada juga yang suka ngotorin wisma.

Karena kemaren gue dapet piket jaga wisma, otomatis gue yang bertanggungjawab atas semua apa yang terjadi di wisma pada hari itu. Gue ngebersihin serambi, ngebersihin lorong, ngebersihin kamar mandi, nyapu dan ngepel sebagainya. Yang bikin keselnya, banyak diantara temen-temen satu wisma gue yang kurang ajar. Lantai wisma baru aja gue bersihin, mereka seenaknya masuk ke dalam pake sepatu.

Ya, gue marah lah. Banget.
Karena gue engga terima terus-terusan bersihin trus dikotorin lagi seenaknya, gue hardik aja mereka dengan kata-kata yang...yah, agak kasar lah:

"Eh, lepas sepatu bego!! Baru aja gue bersihin, lo seenaknya naik pake sepatu!"
"Eh, lo bisa ngerhagain yang jaga wisma ga sih!! Emangnya ini wisma punya cucu kakek moyang lo?!"
"Eh denger ga?! Beliin gue es krim!!"

Ehm.

Salah satu temen gue ada yang sempet menimpali:
"Eh, lo itu jaga wisma ato dobermen sih?!"

Gue jawab dengan tegas dan penuh wibawa:
"Gue ini kaum orang ganteng dan kulit putih"

(muntah aja silahkan)
Share:

0 komentar: