Tampilkan postingan dengan label tentang film 3 Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang film 3 Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 September 2014

Melancholic Film

30/07/2014
01:07

Backsound: Bondan Prakoso & Fade2Black - Home

Tengah malam.

Waktu dimana umat manusia sudah tertidur lelap. Tiada satupun manusia yang beraktivitas. Yang terdengar hanya suara nyanyian jangkrik di tengah gelapnya malam.

Berbeda dengan di sebuah rumah. Di sebuah kamar yang kecil masih terdengar alunan lagu 'kelam'. Dimana seorang manusia masih sibuk berada di depan laptopnya. Kamar yang kecil itu masih berisi dengan kehidupan. Kamar gue...

Gue baru saja abis kelar nonton film nostalgila gue zaman dulu. Film yang gue beri judul 3 Hati. Gue menemukan kotak dvd film itu tersimpan rapi di dalam laci meja belajar. Selama hampir satu tahun gue engga nonton film ini. Bahkan aroma piringan dvd itu masih tercium baru.

Seperti ada sebuah flashback ketika gue nonton film itu. Gue masih inget, temen-temen gue bikin heboh rumah gue tiap harinya. Gue masih inget Om Budi, sutradara dan kameramen, berteriak 'cut..cut' tiap kali men-shoot adegan. Gue juga masih inget, kalo gue sempet suka sama temen gue sendiri.

Kini, kami semua sudah terpisah. Hanya beberapa orang yang tetep tinggal berdekatan sama-sama. Gue, sekarang menjalani pendidikan di IPDN, sebuah institut kepamongprajaan di Bandung. Temen gue, Faisal, sekarang sudah menjadi seorang polisi. Dan sekarang dia sudah bekerja. Temen-temen gue yang lain, ada yang masih kuliah di berbagai universitas negeri maupun universitas swasta. Waktu gue nonton film tadi, gue sempet berpikir, betapa mudahnya waktu berjalan dengan begitu cepat. Baru serasa kemaren kami main, ngumpul, dan bikin film ini sama-sama. Waktu serasa berjalan begitu cepat membuat kami yang dulunya belajar, bermain dan berjuang sama-sama di SMA, sekarang sudah berada di jalan hidupnya masing-masing.

Gue jadi kangen masa putih abu-abu dulu. Gue pengen flashback ke masa lalu, walau hanya sebentar saja. Gue pengen lebih menghargai waktu yang sangat berharga dulunya.

Kini, kotak film itu gue taruh kembali di laci meja belajar. Gue taruh kembali, menunggu..entah, kapan suatu saat nanti akan dibuka kembali.

Sekian.
Share:

Sabtu, 15 Juni 2013

Foto-Foto Ini...

Gue lagi ngutak-atik laptop, dan tiba-tiba gue kangen pada sesuatu.

Setelah membaca sebuah postingan tentang syuting film, gue jadi teringat kembali pada masa-masa gue main film. Ya, film gue yang berjudul 3 Hati. Sumpah, gue kangen sekaligus sedih. Sedih...gue kangen banget di direct sama Om Budi, ngorbanin tidur siang buat syuting, ato sekedar ngumpul bareng temen-temen pemeran yang lain. Ah, sendu...

Gue melihat kotak DVD itu masih tersimpan rapi di antara tumpukan buku gue. Entah apa yang ada dipikiran gue saat itu, gue memasukan DVD itu ke dalam player dan menyetelnya (lagi). Melihat film sendiri berasa geli geli basah gitu. Kadang pengen ketawa ngeliat akting gue sendiri. Kadang mo muntah kalo udah ngeliat adegan gombalnya. Ah, malam ini gue bernostalgia lagi...

Bagi yang penasaran, ini gue upload beberapa foto dari adegan di film:






Dan ini foto-foto dari behind the scene:


apaaaaahhh.....cemangqaaa ???

orang gila main film

Foto-foto ini cukup bikin gue salto sambil gigit-gigit bantal.
Share:

Rabu, 22 Mei 2013

Review: 3 Hati

Oke, seperti janji gue kemaren, gue pengen nge-review film bikinan kita bareng Tapin TV. Film ini bergenre drama-komedi. Tadinya sih sempet bingung mo dikasih judul apa, kalau Three Of Hearts... terlalu lebay sok bahasa inggris, kalau Segitiga, nanti malah dikira film tentang pembelajaran Matematika. Akhirnya setelah melewati pertapaan sedemikian rupa, judul film ini akhirnya... 3 Hati. Asoy.

Cekdisaut!

cover bagian depan

cover bagian belakang


Sinopsis:
Musim libur sekolah telah tiba. Bella yang tinggal di Jakarta bermaksud menghabiskan waktu libur untuk ke rumah Salsa dan Hannah, sepupunya di Kalimantan. Ia tidak pergi sendirian namun bersama kedua sahabatnya, Zeze dan Kimi. Kedatangan Bella disana ternyata menarik perhatian seorang pemuda bernama Bayu, yang juga tak lain adalah teman Salsa dan Hannah.

Bayu yang sedari awal menyukai Bella, mengungkapkan perasaannya melalui Hannah. Sayangnya, Bayu tidak mengetahui bahwa orang yang ia curhati adalah juga orang yang telah lama memendam perasaan dengannya. Hannah merasa, Bella telah merebut Bayu darinya dan konflik pun terjadi. Setiap bertemu Bella, Hannah selalu tak menghiraukannya. Akhirnya Bella yang merasa tidak tahu sama sekali apa yang terjadi, meminta bantuan Salsa untuk mencari tahu.

Akankah terjadi keretakan hubungan antara Hannah dengan sepupunya, Bella?

Mungkinkah Bella akan tetap menerima Bayu meski telah mengetahui bahwa Hannah juga menyukainya?

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kesan-Kesan:
Guru pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Munikah, yang juga wali kelas gue, memberi kritikan positif atas film ini.


 

Hehe, makasih banyak ibu. Makasih Umi tersayang atas pujiannya. Nanti saya kasih bunga satu pot!

Respon dari temen-temen juga beragam. Ada yang bilang film nya lebay. Ada yang bilang kocak. Bahkan ada temen cewe gue yang bilang: "lo itu cocok banget jadi artis". Haseeeww. Entah maksud dia sebenernya itu emang artis betulan ato 'artis bakaset'.

Menurut gue pribadi, kesan nya beda sama yang lain.
Entah kenapa gue jadi ngerasa sedih nonton film gue sendiri. Film berjudul 3 Hati ini membuat suasana hati gue jadi mendung, sedih, bahkan hampir membuat air mata gue menetes (dramatis banget). Gue emang sering nonton film-film drama yang sedih, tapi gue ga ngerti kenapa bisa film drama-komedi lebay bikinan kita bersama Tapin TV ini mampu membuat gue jadi termenung galau. Sehabis nonton film 3 Hati, segala kenangan syuting kembali terkenang. Suasana syuting yang selalu happy, canda, tawa, masih tersimpan di pikiran gue. Mungkin gue baru sekali ini ngalamin syuting, tapi gue ngerasa syuting yang ini berasa paling berharga buat gue.

Gue ngebayangin, pada saat kami semua dewasa kelak, film ini akan mengingatkan kami semua, mengingatkan kami janjian ngumpul bareng, ngapalin naskah bareng, ketawa bareng saat adegan salah. Semuanya akan mengingatkan kami pada pengalaman-pengalaman berharga itu.

Backsound dari lagu Seventeen-Jalan Terbaik, dan lagu Peterpan-Semua Tentang Kita makin membuat semua kenangan itu tak akan terlupakan. Dan saat gue menutup kotak DVD ini, gue berharap: semoga pengalaman dan persahabatan ini tidak akan menutup, tidak akan terlupakan sedikit pun oleh waktu. Tapi akan selalu berputar, seperti DVD ini waktu dimainkan, dia akan terus dan terus berputar hingga cerita itu sendiri habis.

Akhir kata, terima kasih banyak buat kru Tapin TV, beserta temen-temen gue, yang telah membuat hari-hari gue jadi lebih berwarna.

Terima kasih, lup yu all :)

PS: Cuma satu yang gue sesalkan: gue ga sempet cinlok !
Share:

Minggu, 31 Maret 2013

4th & 5th Take Scene: Asik deh...

Kembali kami melanjutkan tugas akhir Bahasa Indonesia di sekolah.

Hari Rabu kemaren, syuting berlanjut. Yang ke 4.
Yap, udah yang ke 4 masbro.
Tempat tongkrongan kami hari itu adalah di Pawon Resto.

Alhamdulillah banget, kami ada adegan di resto sini. Karna sumpah, gue baru pertama kali nginjekin kaki dan ngerasain makanan disana. Belum pernah sekalipun gue ke resto yang bertempat di jalan MTQ itu. Maklumlah, gue jarang jalan-jalan (baca: anak rumahan).

Yang bikin heboh disini adalah si Emok. Ada adegan dimana Emok dikerjain sama si Kimi pake sambal bejibun. Ceritanya tuh, Emok pengen manja-manja disuapin gitu, yang nyuapin malah si Kimi. Tapi yang disuapin ini bukan makanan yang enak-enak, malah sambal. Ga tanggung-tanggung, sambal nya satu sendok penuh. Adegan nya sih pura-pura, tapi karna si Kimi ini mungkin punya dendam kesumat sama Emok, satu sendok sambal itu pun sukses masuk ke dalam mulut Emok.

Bbbllllhhhhh.... Bbbbbbbllhhhhhhh...

Mulut emok mangap-mangap minta air.
Dia langsung merebut air minum, dan...glek glek glek. Satu gelas lemon tea gue abis karena kebiadaban Emok. Untung aja dia kepedesan gitu ga sempet minum air comberan yang ada disana. Ntar jadi berabe kan masalahnya.

Yang gue senengin lagi disini, karna gue (....). Iyap, gue seneng banget hingga ke langit ke tujuh. Gimana ga coba, serasa ngebonceng artis yang cantik nya mengalahkan permaisuri kayangan. Permaisuri kayangan yang terjun ke dunia lalu kesasar di kota kecil bernama Rantau. (alah, ga penting).

Keesokan harinya ga ada kejadian menarik.

Abis pulang sekolah, gue cuman langsung makan siang abis itu ke kamar, tidur hingga maghrib. Bangun, mandi, makan malam, tidur lagi.

Sungguh kebo.

Jumat...
Sehabis shalat Jumat kaum Adam, kami semua ngelanjutin syuting yang ke 5.
Di scene yang ini, papa gue tau-taunya berperan banget. Dia dengan suka rela disuruh nyetir mobil yang di dalamnya berisi makhluk-makhluk nan ajaib. Mungkin nanti kalo film ini udah selesai, mungkin di credit roll perlu dicantumin: "Special Appearance: Pak Ifan Kepala Dinas Kesehatan"
Haahaa.

Yang membuat gue terpana setengah mati, dengan hadirnya kembali si "dua cahaya saga" (nama disamarkan). Mampu membuat mata gue ga berhenti mandangin dia. Berulang kali gue membisikkan kata subhanallah, memuji karya Sang Maha Kuasa. Tapi, gue masih ga punya nyali. Walopun kaka sepupu gue, ngemaksa gue banget buat jadian aja sama tuh cewe. Tapi, sekali lagi: gue ga punya nyali!

*background musik lagu Ungu: Cinta Dalam Hati*

On a lighter note, laptop kesayangan gue mau dibawa papa ke Surabaya. Maklum, papa gue belum dapet laptop yang baru. Mungkin dalam beberapa hari ke depan, gue ga bisa update blog gue. Bisa aja entar gue nyasar ke warnet.

Who knows ?
bfirdausagustyannoor.blogspot.com akan mati suri mulai malam ini.
I'll see you around, guys :)
Share:

Minggu, 17 Maret 2013

Weekend for 3rd Take Scene

Minggu...
Hore libur again, molor again, ngorok again, nyangkul again...
Siap ngebajak sawah pagi ini. (lho? ko ngebajak sawah?)
Eit, tenang...yang punya ni blog tugas kesehariannya ga mandi lumpur ngebajak di sawah, tapi ini hanyalah kamuflase apabila gue yang berinisial BFA ini ga bener-bener belajar dan lulus pada UAN nanti. Huhuhu...

Ngomongin soal UAN, tinggal beberapa minggu aja lagi nih guys. Detik-detik yang menegangkan gituh. Persiapan gue sih, ya gue siap-siap aja. Gue udah usaha nyoba latihan hitung hitungan yang abstrak itu. Hem, gue siap. Gue siap ngadepin orang yang namanya Ujian Nasional. Yiihhaaaaaaaa...

Anyway guys, besok gue udah mulai UAS nih. *apaan tuh UAS?*. Sini nih merapat biar gue kasih tau.

Ehem.

UAS itu adalah singkatan dari Ujian Akhir Sex. Nah, jadi sistem ujiannya itu, lo lo semua pada kudu milih satu cewe dan lo praktekin deh skill sex lo. Para pengawas ujian akan menilai tingkat keahlian bermain anda. (hahaha, ngaco...)

Gue itu berpikir kalo UAS ini gampang banget ngejalaninnya. Hanya dengan modal celingak celinguk tengok kanan tengok kiri depan belakang, itu mah gampang. Lagian juga UAS ga pake paket segala. Alhasil gue ga belajar sama sekali hari ini.

Hem, daripada pusing-pusing mikirin UAS, mending gue ngubungin Tapin TV dan teman-teman gue buat syuting lagi pagi ini. Yap, syuting yang ketiga kalinya. "3rd Take Scene". Okeh, go on the stage guys...

Pagi hari menjelang siang, atau bahasa gaulnya waktu duha, kami semua sudah stand-by dan pada mantengin script masing-masing. Mumpung hari minggu nih, kami sekaligus ambil beberapa adegan yang panjang. Yang kemaren bisa cuma 2-3 adegan, hari ini kami mampu menyelesaikan 6-7 scene. *wow, beri applaus...*

Yah sebanding sih sama cape yang gue rasain. Badan gue berasa pegel banget. Otot gue serasa kaku ditancep paku. Hem, gue ngelirik BB gue, gue nyari bentar di kontak, trus gue pencet tombol hijau buat nelpon: "Mbak Tukang Pijet ++".

Sambil dipijet, gue ngebayangin lagi gue syuting tadi pagi. Flashback lagi sekitar beberapa jam yang lalu. Masih terbayang raut muka gugup di depan kamera. Apalagi kalau (.....)

Yap lanjut aja. Gue seneng banget sama syuting gue hari ini. Disamping gue yang kebanyakan di shoot, tapi ya karna emang pada rame semua. Contohnya aja nih, ya ini bisa dibilang behind the scene gituh, si Emok sama si Bella lagi break, dan mereka beli es krim yang lewat di depan rumah gue. Mereka berdua jilat demi jilat ngabisin tuh es krim. Sambil nyantai main ayunan mereka menikmati es krim. Si Bella sih biasa aja, si Emok ini nih, makan es krim aja sampai belepotan gituh. Kalo orang makan es krim belepotan di bibir mah biasa, tapi ini ada yang sampai ke hidung, bahkan ada yang sampai ke pipi, mata hingga rambut. Ckckckck....

Anak kecil aja ga sampai segitunya juga makan es krim. Dan gaya si Emok makan es krim nya tuh...idih sumpah geli banget. Udah kaya video mesum nya Miyabi tau ga. Hiiiii....

Gue nyeletuk, dan tentunya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indo gaul: "eh mok, lo makan es krim nya segitu amat. tuh rambut lo udah kaya ubanan kelepotan es krim".

Eh dia nya malah ketawa kenceng banget: "huuaaaahaaaahaaaaaaa..."

Dia nya ketawa sampai melompat-lompat gitu, mungkin ga sadar masih di dalam ayunan, alhasil kepalanya ngebentur tuh atap ayunan yang terbuat dari besi ga pake permisi. "GEDEBUK!" Suaranya mengalahkan suara orang azan di surau saat itu.

"Aduh kepala gue.."
Huuaaahahaha ngakak banget gue ngeliat si Emok. Tadi ketawa udah kaya orang ga sadar diri, eh ini malah berubah manyun gitu mukanya. "Kepala guee... duh, duh.." dia meringis sambil megang-megang kepalanya, "duh benjol nih...."

Sekali lagi gue ketawa. Hahahaha...
"Ih jahaaatttt...." (sambil masang muka bete, trus dengan pedenya ngelanjutin makan es krim)

Jepreeeett..
Eh tautaunya Om Budi motret pose Emok waktu manyun gitu makan es krim.

Emok sadar setelah mendengar bunyi kamera tadi.
"Ih ga bilang-bilang, kalau tau tadi gue berpose cantik dulu...." (sambil mengedipkan mata)

Idih jijaaaaii banget deh. Mungkin itu yang ada dipikiran Om Budi waktu itu.
Gue liatin hasil foto tadi dan...."HUAAAHHAAAAHHAAAAA...."
Suara gelak tawa terdengar satu komplek Rangda. Gue sama Om Budi kompak ketawa barengan. Asli sumpah, foto nya si Emok kerrrreeeeennn abiss.. Pose nya mantaaaabbb abiissss.. Hahahahaaa...

Tadinya gue pengen post fotonya si Emok disini. Tapi karna takut fotonya diambil dan dijual di internet, entar berabe lagi masalahnya. Jadi gue urungkan aja deh niat gue. Haha, piss Emok.

Another story goes...

Gue seneng syuting kali ini bisa kumpul makan siang bersama bareng kru Tapin TV dan teman-teman kelompok gue sehabis syuting. Hem, berasa banget kebersamaannya. Ya, walaupun mereka-mereka pada ga mau disuruh nyuci piringnya sendiri.
Hehe.

Oke guys...
Doain gue yah biar bisa sukses ngerjain UAS besok. Dan buat teman-teman yang juga dihajar UAS, fighting !!! Jangan lupa belajar dan ngupil tiap hari. Oke?

Gue mau mimpiin Miyabi bentar.
Zzzzzzzzz....
Share:

Minggu, 10 Maret 2013

Malam Minggu Bayu: 2nd Take Scene

Happy midnight guys! Kebetulan banget gue bisa online tepat tengah malam kaya gini, kuota internetan gue sudah bersahabat. Paham bener nih modem. Seketika, jemari tangan gue udah heboh di atas keyboard. Gue buka blog gue, gue klik New Entry.

Oke, gue baru aja ngalamin malam minggu yang melelahkan. Super duper melelahkan jiwa dan raga gue. Gue baru aja selesai syuting guys. Yap, syuting yang kedua buat kelompok kami. Hampir aja proses syuting kami batal karena terkendala sang hujan. Untungnya sekira selesai ba'da maghrib, langit udah pada ga kencing lagi.

Teman-teman gue pada berdatangan ke rumah.
Yang pertama kali nongol adalah si cantik si imut si langsing yang tak lain dan tak bukan adalah si Ema (hueekkkk, ga salah ketik nih gue?!). Ups, keypad keyboard gue ternyata yang nge-hang

Kita ulang...

Yang pertama kali nongol adalah si amit-amit si semok yang tak lain dan tak bukan adalah si Emok (gue manggil nya Emok aja dah). *hhh akhirnya keyboard gue normal juga*. Dia datang boncengan bareng si Vion. Dilanjutin dengan si jumbo Kimi, dan bareng Novie. Loh, ni anak katanya ga bisa datang. Alasannya yang gue denger di kelas tadi kayaknya mau jalan sama sang pacar biadabnya ke Kandangan. Eh tautaunya nongol ni anak di rumah gue. Never mind. Tapi ada yang berasa kurang saat itu. Apa ya? Gue bingung sendiri, ngelamun ga jelas, jongkok berdiri jongkok berdiri ga tau ngapain, kaya nya ada yang ga lengkap deh. Oh iya, ternyata bener. Si Bella belum datang. Gue liat jam kaki gue (lho? namanya juga ga jelas sendiri). Waduh udah jam segini lagi. Terbayang dalam pikiran gue, dia lagi hujan-hujanan buat bela-belain datang ke rumah gue buat syuting. Berhubung malam hari itu cuacanya dingin banget berasa kaya di kutub utara, gue persilahkan aja teman-teman gue masuk.

Dalam rumah...
Seketika suasana rumah gue berubah kayak di mall-mall. Ributnya bukan main. Apalagi si Kimi sama Emok, ngoceh sana sini. Kadang nge-gosip, kadang juga berkoar-koar ga jelas. Ga inget lagi sama iler mereka sendiri pada muncrat kemana-mana. Bla bla bla bla dan bla bla lagi bla bla terus...

Lanjut...kru Tapin TV sudah menginjakkan kaki di rumah gue, barengan sama si Bella yang kebetulan baru datang. Kira-kira saat itu pukul 20.00 WIWR (Waktu Indonesia Wilayah Rangda). Para kru langsung sibuk sana sini ngatur setting tempat, setting kamera, setting lampu, de'el'el. Para pemain pun dibuat sibuk sama dialog yang akan di shoot kali ini. Terkecuali gue. Gue ga ada adegan, jadi gue cuma nganggur ngeliatin mereka. Sesekali motret-motret ga jelas. Kadang juga ngupil sambil nyanyi-nyanyi. *ck ck ck*

Adegan yang diambil malam ini adalah Adegan 3, Adegan 11, Adegan 15, sama Adegan 23. Sempet kami dibikin heboh di Adegan 15. Jadi ceritanya gini nih guys, tu adegan kan ceritanya ada lampu padam gitu, trus nyalain lilin buat pura-pura main ngepet. Setelah berapa kali ada "cut", nah disini kehebohan itu terjadi. Saat ngambil scene, tiba-tiba listrik bener-bener padam. Zleeeb! "AAAAAAAAAAAAAA" semuanya pada teriak kaget, karena mendadak suasana jadi gelap semua, termasuk si Emok yang paling heboh. Dia langsung meluk-meluk si Kimi, katanya sih tu anak phobia banget ama yang namanya gelap. Untung lilin yang dipakai shoot saat itu masih menyala, jadi suasana kaya remang-remang gitu. Eh, tautaunya selang berapa detik nyala lagi. Suasana heboh lagi. "AAAAAAAAAA". Trus si Emok teriak lagi "AAAAAAAAAAA". Kali ini teriakannya ga enak banget.

"Waaa tangan kuuu..."
Selang 2 detik...
"Waaaaa celanaku..."

Eh ternyata eh ternyato, dia heboh lantaran tangannya berubah jadi putih gara-gara kejatuhan lilin. Dan lilin itu juga sempat mengenai celananya. (duh, pasti pasti panas banget tuh, sebanyak itu). Tuh kan akibatnya gara-gara kehebohan banget, ga taunya malah kesenggol lilin. Tangan dan celana hitamnya pun jadi korban. Eh tiba-tiba dia malah nyeloteh kenceng banget: "Ah ga papa, kulit gue kan kulit baja". Kalo punya kulit baja kenapa malah teriak histeris banget kaya tadi. Aduh. Ucapannya itu disambut gelak tawa oleh kru Tapin TV. Haha, somplak banget tu anak.

Syuting pun kembali berlanjut. Hingga semua adegan sudah kelar. Eh tautaunya gue dapet adegan malam itu. Adegan dimana gue nelpon si Bella. Aduh mana gue ga hapal script nya lagi. Ya udah deh, gue buka dialog gue. Gue liat bentar. Ah, gampang aja ini, cuma dikit doang kok. Kalo cuma segini sih, keciilll. Okelah, siiaaapp om....

Setelah berdandan sedimikian rupa, gue liat di depan kaca. Oke sip, udah kece banget. Gue siap buat di take. Tapi kok, hawanya kenapa jadi gini. Waktu di depan kamera gue kok jadi grogi gini yah. Gelisah. Keringat panas dingin udah mengalir deras bak arus Niagara. Gue sempet mikir, mungkin inilah yang dinamakan 'Kecanggungan Pemeran Utama'.
Mampus gue, berapa kali kena kata "cut". Tadi gue berasa pede banget, ni taunya malah susah banget ngucapin kata-kata di ujung lidah. Gue inget satu tips dari kartun kesayangan gue, tips dari Spongebob biar gampang bicara, ngebasahin bibir pake lidah sendiri. Oke, gue praktekin sekarang.
*bbblhhhbbblllhhh... bbblllhhhhlhhh.....*










"Eh, batis ku bungul!"
"Eh sorry om, kada sengaja netes ilernya, hehee..."
Share:

Minggu, 24 Februari 2013

B Production

Semua berawal dari tugas Bahasa Indonesia.

Kami disuruh bikin film, sebagai tugas akhir sekaligus kenang-kenangan di masa SMA. Dan dalam beberapa hari ini gue akan menceritakan proses demi proses pembuatan filmnya seperti apa.

Jujur saja, gue belum pernah main film sebelumnya. Walaupun sebelumnya gue pernah ikutan drama unyu-unyu di sekolah. Berkaitan dengan pemain-pemain di film ini, prosesnya lumayan panjang. Banyak banget temen-temen, pemain atau non pemain yang gue ikutin dalam film ini. Dari kelompok gue yang beranggotakan 7 orang, akhirnya sampailah pada ke nama-nama 3 pemeran utama. Yaitu ada Desy Quitta sebagai Bella, lalu ada Vion sebagai Hannah, dan ada Bayu Firdaus Agustyannoor berperan sebagai gue sendiri.

Yaudah, engga usah kaget.
Biar muka gue minimalis gini tapi pantas buat jadi pemeran utama.

Setelah proses pemilihan pemeran utama yang lumayan ribet ini, bahkan hingga sampai berdebat satu sama lain, gue langsung ngubungin stasiun TV swasta di tempat gue, Tapin TV. Rencananya, gue akan minta tolong bantuan mereka untuk ngedirect film ini nanti. Jadilah Om Budi, yang akan mensutradai film gue.

Setelah melakukan meeting dan berembuk dengan beliau, gue akhirnya datang ke kantor Tapin TV untuk menyerahkan naskah film tersebut. Oya, fyi naskah film ini ditulis sendiri oleh Desy Quitta. Dan karena gue suka komedi, maka ada beberapa adegan yang gue tambahin. Gue mencoba mencari titik-titik komedi dimana yang bisa gue tambahin dan gue kurangin. Dan hasilnya seringkali si karakter yang diperankan oleh Ema, si Zeze ini terlihat sangat sangat menyedihkan dan akhirnya malah jadi lucu.

Gue akui banget, dari membaca naskahnya aja gue udah ketawa-ketawa. Dan gue yakin kalo baca naskahnya aja sudah ketawa, nonton filmnya bakalan jadi ketawa juga. Semua tokoh di dalam film ini adalah karakter asli dari para pemain. Scriptwriter, si Quitta, emang sengaja bikin semua karakternya kayak gitu, karena biar kita semua gampang mengadegankan dan membuat ekspresi tokoh yang diperankan masing-masing. Misalkan tokoh si Zeze yang pesolek, si Kimi yang doyan makan, ato tokoh si Bayu yang doyan ngupil depan kamera.

Ketika gue sudah menyerahkan naskah tersebut, Om Budi bilang dia akan membaca dan membayangkan naskah yang kami bikin dulu. 2 hari 3 hari gak ada kabar, akhirnya hari itu hari Jumat, beliau ngabarin gue untuk persiapan syuting pertama.

Tapi ada satu masalah saat itu, ada dua orang temen gue yang gak setuju dengan perannya di naskah itu. Dalam hati gue, kenapa ni anak baru ngomong sekarang di saat sudah ada konfirmasi dari Tapin TV. Timbullah sedikit konflik diantara kami. Yang satu gak setuju karena di naskah terlalu menonjolkan peran Bayu sama Bella. Dia pengennya gak ada pemeran utama sehingga semua pemain dapat selalu muncul. Dan dia ngusulin lebih baik ganti naskah. Menurut gue, itu akan membutuhkan waktu lagi dan kita sendiri sudah mepet waktu. Yang satunya lagi, menurut gue alasannya goblok banget, dia gak setuju lantaran peran dia gak dibolehin oleh sang pacar. Goblok banget kan? Padahal di naskah itu perannya dia gak terlalu berlebihan banget.

Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya peran mereka berdua ditukar. Dan Om Budi menjelaskan, itu sudah menjadi resiko masing-masing orang ada yang jadi pemeran utama dan ada yang jadi pemeran figuran.

Kami yang seharusnya malam itu sudah syuting pertama, terpaksa ditunda. Dengan hasil keputusan tadi, Quitta berkenan hati untuk membuat naskah yang baru. Keesekon harinya, walaupun naskah belum rampung 100%, kami memutuskan untuk take adegan pertama, bertepatan dengan malam minggu.

Oke.

Mungkin sekian dulu yang dapat gue ceritain. Dan kita akan liat besok hari atau lusa akan ada update apa dari gue yang akan gue tulis. Jadi, keep your eyes on this site!
Share: