Jumat, 11 November 2016

A Place for My Mind

Kalian suka travelling?
Suka jalan-jalan?
Suka mendatangi tempat-tempat baru?

Well,
saat ini gue lagi hobi-hobinya mendatangi tempat-tempat baru, untuk sekedar menikmati dan mengabadikan momen tersebut.

Karena gue tipe orang yang demen banget sama suasana yang tenang, gue paling suka pergi ke suatu tempat yang tidak terlalu ramai oleh kerumunan orang-orang dan jauh dari hiruk pikuk manusia. Tempat yang paling sering gue singgahi biasanya cuman sekedar cafe-cafe atau depot-depot kecil, untuk sekedar meneguk secangkir kopi.

Selama gue menjadi tingkat akhir di pendidikan ini, setiap akhir pekan gue selalu mencoba mendatangi tempat-tempat yang belum pernah gue singgahi sebelumnya. Gue pernah mendatangi cafe-cafe di Bandung, nyoba tempat makan yang lumayan wah, bahkan tempat-tempat santai di sekitaran kampus.

Di tempat gue tinggal, gue suka
Share:

Minggu, 30 Oktober 2016

Post Kilat

Anjay.

Batere laptop bocor, dan gue kudu beli batere yang baru biar tetep bisa on.
Okeh keluar gocek lagi dah.

Eniwei,
gue pake laptop temen bentar buat nulis blog ini buat beritain kabar buruk itu.
Really really bad things happen to me.
Selain beli batere baru,
Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

I Need Some Help! Laper...

Kenapa gue jadi jarang bikin postingan di blog?
Jawabannya sangat simpel:
gue gak tau harus nulis apa!

Entahlah, pikiran gue lagi buntu tapi pengen banget buat cerita. But sometimes, mood gue bisa berubah menjadi lebih baik saat menulis. Dengan menulis, gue bisa mencurahkan semua masalah gue lewat kata-kata. Gue nganggep tulisanlah yang paling bisa ngertiin perasaan gue, cuman lewat tulisan gue gak perlu takut dan malu untuk cerita tentang apa saja. Semuanya ngaliiiirrr gitu aja, tanpa beban. Seperti bercerita dengan seorang sahabat, tulisan bisa lebih dari itu. Dari zaman gue masih SMA, gue sering nulis di blog ini tentang berbagai masalah kehidupan gue. tapi sekarang, dan entah kenapa, pikiran gue jadi kesumbat. Gue gak bisa ngeluarin apa yang ada di kepala gue untuk gue ceritakan.

Menimbulkan mood untuk menulis itu memang susah. Gue lebih suka menulis dengan tipe
Share:

Jumat, 23 September 2016

Unblessed

To the point:

Gue pernah menjalin hubungan dengan seseorang; teman kuliah, teman seperjuangan, teman satu angkatan. Masing-masing dari orangtua kita tidak menyetujui, dengan alasan 'jangan menjalin hubungan serius dengan orang berbeda prinsip'. Awalnya gue ngotot mempertahankan hubungan, karena masih ada pihak yang menyetujui, hingga akhirnya di tahun ke-2 gue menyudahi hubungan dengan perempuan ini karena perbedaan prinsip agama dan pandangan hidup yang tidak sejalan.

Di saat gue pusing akibat masalah itu, gue jadi deket dengan seseorang, yang sebenernya dulu pernah gue suka.
Baidewei, orangtua gue pernah bilang jangan sampai terlalu dekat dengan dia, dengan beberapa alasan tertentu. Mereka berkeras dan memberikan wejangan yang menurut mereka baik buat gue. Namun, setelah beberapa waktu berjalan, gue hampir sering ketemuan sama dia. Dan di saat itu dia menanyakan sesuatu hal kepada gue:
Share:

Rabu, 03 Agustus 2016

Belajar Dari Seorang Pramugari

Ketika duduk sendirian di sebuah tempat makan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta,
gue tersadar:

Sebuah perpisahan tidak seharusnya diiringi dengan kesedihan.
Justru malah sebaliknya.
Kita harus dengan ikhlas melepas kepergian seseorang, dengan senyuman.

Seperti seorang pramugari Lion Air yang gue jumpai hari itu.
Dia, tanpa merasa kehilangan dari penumpang yang telah memberinya rezeki,
melepas kepergian mereka dengan senyuman manis.

Mungkin gue harus belajar dari seorang pramugari itu.
Gue harus dengan ikhlas merelakan kepergian si dia,
ya, dia yang saat ini sudah berubah status menjadi mantan.

Terima kasih.
Seperti yang pramugari itu ucapkan ketika para penumpang turun keluar dari pesawat.

Dengan senyuman manis tersungging di bibir, gue ucapkan:
Terima kasih.
"Terima kasih atas satu setengah tahun yang istimewa ini"
Share:

Senin, 01 Agustus 2016

Bipolar

Saat ini gue bener-bener gak bisa konsen buat nulis apa-apa.
Bener-bener gak bisa dapet mood yang enak.
Ketika mau nulis sesuatu, I'm totally blinded. Isi kepala gue seakan tersumbat oleh sesuatu yang gak bisa gue lihat sendiri.
Perasaan gue kacau.

Sudah kesekian kalinya, dan malam ini, gue berusaha duduk tenang di depan meja, mencoba untuk menumpahkan semuanya lewat tulisan.
Beberapa hari yang lalu, gue pengen banget nulis sesuatu. Saking antusiasnya, gue sampai membawa laptop ke rumah temen, berharap disana gue bisa dapet inspirasi. Ketika disana, kepala gue malah tiba-tiba puyeng. Kemarennya lagi, ketika dalam perjalanan pulang dari Banjarmasin, gue mencoba memejamkan mata sejenak di kursi belakang, berusaha mengingat hal-hal yang pernah gue lewati, dan menuliskan beberapa kata. Hasilnya, cuma kalimat-kalimat absurd tanpa makna. Intinya, dari sekian banyak masalah yang ada, gue gak bisa ceritakan semua.

Beberapa minggu ini pun pola tidur gue berubah drastis.
Gue hidup bagaikan kelelawar, bangun di malam hari dan tidur di siang hari.
Gue gak bisa tidur walaupun mata gue udah minta istirahat. Entah kenapa, tapi semuanya terasa aneh, ada perasaan dan pikiran yang tak biasa. Kadang, jam 3 pagi baru gue bisa tidur pulas. Akibatnya keesokan hari badan gue lemes. Bangun tidur pun ketika hampir azan zuhur berkumandang. Gue keluar kamar hanya untuk mandi dan makan. Abis itu gue nyambung tidur lagi hingga sore.

Keadaan kayak gini bener-bener bikin gue stres.

Hal ini membuat gue jadi berpikir satu hal:
apakah memang benar ini yang dinamakan manic depressive?
sebuah ketidaknyamanan bisa membuat perubahan buruk dalam hidup seseorang?

PS: besok lusa gue bakalan pergi sejenak, melakukan ekspedisi seorang diri, selama 4 hari...
mungkin gue sangat butuh liburan. tebak mau kemana...
Share: