Gue memberhentikan motor gue tepat di depan sebuah kantor yang berada di kawasan pasar raya rantau. Kantor itu sudah tutup, karena saat itu memang sudah lewat jam kerja. Gue terdiam sesaat dan mulai berpikir dengan keras, 'astaga, bagaimana ini? besok sudah harus diserahkan!'
Gue mengambil henpon di saku celana, dan mulai mencatat nomer telepon yang terpampang di spanduk kantor itu, kemudian langsung menelponnya.
'Bang, barang saya udah datang belum? besok sudah harus diserahkan soalnya.'
'Oh belum mang, paket barang baru datang malam ini.'
'Oh gitu. bisa tolong kabarin saya aja ya kalo barangnya udah datang. biar saya langsung ambil'
'Oke bisa, jam 11 nanti malam ambil kesini'
Malam itu, gue nungguin kabar dari pihak JNE. Setelah barang udah gue terima, gue berkata dengan mantap:
Gue mengambil henpon di saku celana, dan mulai mencatat nomer telepon yang terpampang di spanduk kantor itu, kemudian langsung menelponnya.
'Bang, barang saya udah datang belum? besok sudah harus diserahkan soalnya.'
'Oh belum mang, paket barang baru datang malam ini.'
'Oh gitu. bisa tolong kabarin saya aja ya kalo barangnya udah datang. biar saya langsung ambil'
'Oke bisa, jam 11 nanti malam ambil kesini'
Malam itu, gue nungguin kabar dari pihak JNE. Setelah barang udah gue terima, gue berkata dengan mantap: