Kamis, 19 Januari 2017

Amanat Siang Ini

Banyak orang yang bilang,
apa yang kita dapet dan pelajari di kampus,
berbeda jauh dengan apa yang kita terima di lapangan.

Bukan hanya soal akademisi dan teori,
di lapangan, ketika sudah bekerja, sangat sedikit teori-teori yang dapat kita aplikasikan saat udah kerja nanti. Sangat sedikit, dan itu mungkin hanya beberapa persen.

Di kampus,
gue kemakan oleh doktrin 'udah..gak usah kuliah, lagian juga nanti gak ada gunanya pas kita kerja nanti'. Yak, dan itu berhasil masuk dan menjalar ke dalam otak gue. Di saat temen gue yang rajin banget belajar, ngajakin gue masuk kelas,

"Ayo, ayo..kuliah, udah jam berapa ini?", ngampirin gue yang lagi enak-enakan tiduran di kasur,
"Bay, bay, ayo bay kuliah.."
Share:

Selasa, 17 Januari 2017

Garis Line?

Seperti biasa,
kalo ada ajakan buat ngumpul dengan teman-teman,
kecepatan gue ganti baju bisa melebihi kecepatan peserta Bagi Rezeki.

Minggu malam kemaren,
ketika lagi asik santai di tempat tongkrongan, kemudian ada seorang pengamen yang datang,
lalu dengan lagak sok gitaris handal bak Steve Aoki dia mengangkat gitar.

Mr. Pengamen: Permisi Mas...
Gue dan teman-teman yang lain hanya melihat dan menganggukan kepala sambil senyam-senyum.
Bukan, bukan karena si pengamen ini cantik mau kita godain, tapi karena pengamen ini katanya orang pendatang dan suka minta-minta rokok kalo gak dikasih secengan.

Temen gue pernah cerita, dia sering liat tuh pengamen pas dia lagi asik nongkrong di Banjarmasin, yang jaraknya sungguh lumayan untuk ukuran seorang pengamen yang sekarang gue liat ini. Kurus, sedikit kecil, dan kumal. (pengamen emang kayak gitu kali yah..). Pernah juga ada temen gue yang bilang pas dia lagi nyantai di Indomaret, terus dia disamperin sama si pengamen ini. Dengan gaya seorang gitaris terkenal dan funky,
Share:

Selasa, 10 Januari 2017

Rekap Agenda Yang Udah Gue Lakuin Sebelum Magang

Bagi yang belum tau kenapa gue ngepost foto di Ig pake "preman", iya, gue udah cuti.
Bagi yang belum tau kenapa gue masih ada di rumah sedangkan yang lain udah pada masuk kampus, iya, gue cuti dilanjutin magang satu bulan.
Dan bagi yang belum tau kenapa gue masih belum punya anak, iya, gue belum nikah. Dasar bego.

Seharusnya dua minggu kemaren pas udah cuti gue nyelesein tugas ngadep dan ritual berbagi kalender tahun baru, gue juga belum mulai nulis Bab IV yang seharusnya udah dimulai bulan ini, belum juga ngadep buat izin magang. Tapi kok rasanya males banget yaaaah. Gak semangat!

Memang pas masih di kampus pengennya pas udah cuti nanti mau ngelakuin ini-itu. Mau agendain acara ini, ini, dan ini tanpa ada rasa bosan jenuh segala macem. Tapi pas udah cuti, dan pulang ke rumah, planning itu semuanya gagal. Semuanya hanya wacana. Gue terlena dengan kenyamanan rumah.

Eniwei, hari ini gue mau quick update aja:
Share:

Jumat, 06 Januari 2017

Instagramku Malang, Followersku Sayang

Oh ini udah tahun baru yah?
Gue baru nyadar, pas nulis postingan sebelumnya, udah ada angka 7 di belakang tahun.
Hehe, Happy New Year 2017 ya pembaca... Semoga di tahun ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, better and getting better, better gurih renyah dan coklatnya tebel abis.

Mau cerita dikit.

Ketika gue masih berada di suatu daerah berinisal SOC, gue rajin-rajinnya nulis. Terutama di blog ini. Gak sedikit temen-temen gue mulai tahu akan keberadaan blog gue. Kebanyakan dari mereka cuman numpang lewat aja sih. Tapi nggak papa, itu pun udah bikin gue seneng karena bisa bikin mereka sedikit terhibur dengan tulisan-tulisan gue yang gak jelas.

Dari dulu, bahkan sampai sekarang, gue selalu dikomentari:
"kok kamu alay banget sih.."

Akhir-akhir ini juga gue sering dikomentari sama temen-temen karena gue selalu eksis di sosmed Instagram. Mereka bilang: "memang, abang hits ini tidak ada duanya", "bang bay praja hits, masuk ipdn_nusantara terus, jangan-jangan kamu adminnya yah", "mas praja alay hitz wkwk", "model instagram hahaha", "soker (sok keren)".

Helooo, gue bilang aja dengan penuh percaya diri sambil melambaikan tangan ala pejabat: "makasih fans gueeeeeh.." Buahahahaha.

Beberapa hari yang lalu,
Share:

Kamis, 05 Januari 2017

Primo

22:15
15/12/2016

Postingan berikut adalah draf tulisan dari catatan di hape satu bulan yang lewat, sebelum gue bisa benar-benar melakukan hal paling sulit dalam hidup: MOVE ON

Beberapa waktu yang lalu,
di kampus, salah seorang teman bertanya sesuatu kepada gue, dia bilang:
"kamu masih bawa DSLR yang kemaren ya ke kampus?"

Gue jawab, "Iya, masih. Kenapa emangnya?"

DSLR yang dimaksud temen gue itu adalah kamera digital yang sempet gue bawa sewaktu di kampus regional kemaren. Waktu itu ada temen gue yang mau ngejual DSLR nya, baru pakai sebulan, tapi kondisinya masih bagus banget. Jelas gue tertarik, dan gue beli DSLR itu dengan cara nyicil uang saku gue.

"Masih aku bawa kok..", gue melanjutkan, "kenapa?"
"Wow", dia menepukkan tangannya, "kamu emang gak berubah ya.."
"Gak berubah apa maksudnya?"
"Kamu orang yang romantis..aku tau."
"Romantis?", gue mengerutkan kening,
Share:

Jumat, 30 Desember 2016

Mati Satu, Tumbuh Sejuta

Gue nulis postingan ini lantaran gue keinget tulisan gue 3 tahun yang lalu.
Ketika saat itu gue nulis postingan yang berjudul Mati Satu, Tumbuh Seribu di blog ini.

Kejadian yang sama, yang terjadi berulang-ulang di dalam kehidupan kita sebagai manusia. Memulai sebuah pertemuan pasti nantinya kita harus siap menghadapi kemungkinan akan adanya sebuah perpisahan. Tidak hanya dalam hubungan pertemanan ataupun hubungan harmonis sebuah keluarga, dalam menjalani sebuah hubungan yang beranjak serius juga pasti akan mengalami kejadian yang serupa. Menghadapi sebuah kemungkinan dari harapan yang tidak akan mungkin terjadi.

Dalam umur gue yang sekarang, seharusnya gue sudah semakin dewasa dalam mengambil keputusan. Tapi entah kenapa, pikiran akal sehat gue masih dibutakan oleh kata 'cinta' yang semakin lama semakin membuat gue lupa diri. Memang, membangun sebuah hubungan itu tidaklah mudah. Dari perjuangan kita mendekati, menghampiri, berkenalan, lalu saling mempertahankan. Semua itu tidak akan pernah terbayar ketika ada seseorang yang mengatakan: apakah kamu siap menghadapi segala kemungkinan yang ada? kemungkinan terburuk dari hubungan kita?

Gue tidak akan pernah menyangka, gue akan mengalami patah hati terhebat gue. Di saat semua usaha dan perjuangan dalam mempertahankan cinta itu sudah dilakukan, gue menghadapi sebuah pilihan yang menyangkut antara
Share: