Kamis, 05 Januari 2017

Primo

22:15
15/12/2016

Postingan berikut adalah draf tulisan dari catatan di hape satu bulan yang lewat, sebelum gue bisa benar-benar melakukan hal paling sulit dalam hidup: MOVE ON

Beberapa waktu yang lalu,
di kampus, salah seorang teman bertanya sesuatu kepada gue, dia bilang:
"kamu masih bawa DSLR yang kemaren ya ke kampus?"

Gue jawab, "Iya, masih. Kenapa emangnya?"

DSLR yang dimaksud temen gue itu adalah kamera digital yang sempet gue bawa sewaktu di kampus regional kemaren. Waktu itu ada temen gue yang mau ngejual DSLR nya, baru pakai sebulan, tapi kondisinya masih bagus banget. Jelas gue tertarik, dan gue beli DSLR itu dengan cara nyicil uang saku gue.

"Masih aku bawa kok..", gue melanjutkan, "kenapa?"
"Wow", dia menepukkan tangannya, "kamu emang gak berubah ya.."
"Gak berubah apa maksudnya?"
"Kamu orang yang romantis..aku tau."
"Romantis?", gue mengerutkan kening,
Share:

Jumat, 30 Desember 2016

Mati Satu, Tumbuh Sejuta

Gue nulis postingan ini lantaran gue keinget tulisan gue 3 tahun yang lalu.
Ketika saat itu gue nulis postingan yang berjudul Mati Satu, Tumbuh Seribu di blog ini.

Kejadian yang sama, yang terjadi berulang-ulang di dalam kehidupan kita sebagai manusia. Memulai sebuah pertemuan pasti nantinya kita harus siap menghadapi kemungkinan akan adanya sebuah perpisahan. Tidak hanya dalam hubungan pertemanan ataupun hubungan harmonis sebuah keluarga, dalam menjalani sebuah hubungan yang beranjak serius juga pasti akan mengalami kejadian yang serupa. Menghadapi sebuah kemungkinan dari harapan yang tidak akan mungkin terjadi.

Dalam umur gue yang sekarang, seharusnya gue sudah semakin dewasa dalam mengambil keputusan. Tapi entah kenapa, pikiran akal sehat gue masih dibutakan oleh kata 'cinta' yang semakin lama semakin membuat gue lupa diri. Memang, membangun sebuah hubungan itu tidaklah mudah. Dari perjuangan kita mendekati, menghampiri, berkenalan, lalu saling mempertahankan. Semua itu tidak akan pernah terbayar ketika ada seseorang yang mengatakan: apakah kamu siap menghadapi segala kemungkinan yang ada? kemungkinan terburuk dari hubungan kita?

Gue tidak akan pernah menyangka, gue akan mengalami patah hati terhebat gue. Di saat semua usaha dan perjuangan dalam mempertahankan cinta itu sudah dilakukan, gue menghadapi sebuah pilihan yang menyangkut antara
Share:

Jumat, 11 November 2016

A Place for My Mind

Kalian suka travelling?
Suka jalan-jalan?
Suka mendatangi tempat-tempat baru?

Well,
saat ini gue lagi hobi-hobinya mendatangi tempat-tempat baru, untuk sekedar menikmati dan mengabadikan momen tersebut.

Karena gue tipe orang yang demen banget sama suasana yang tenang, gue paling suka pergi ke suatu tempat yang tidak terlalu ramai oleh kerumunan orang-orang dan jauh dari hiruk pikuk manusia. Tempat yang paling sering gue singgahi biasanya cuman sekedar cafe-cafe atau depot-depot kecil, untuk sekedar meneguk secangkir kopi.

Selama gue menjadi tingkat akhir di pendidikan ini, setiap akhir pekan gue selalu mencoba mendatangi tempat-tempat yang belum pernah gue singgahi sebelumnya. Gue pernah mendatangi cafe-cafe di Bandung, nyoba tempat makan yang lumayan wah, bahkan tempat-tempat santai di sekitaran kampus.

Di tempat gue tinggal, gue suka
Share:

Minggu, 30 Oktober 2016

Post Kilat

Anjay.

Batere laptop bocor, dan gue kudu beli batere yang baru biar tetep bisa on.
Okeh keluar gocek lagi dah.

Eniwei,
gue pake laptop temen bentar buat nulis blog ini buat beritain kabar buruk itu.
Really really bad things happen to me.
Selain beli batere baru,
Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

I Need Some Help! Laper...

Kenapa gue jadi jarang bikin postingan di blog?
Jawabannya sangat simpel:
gue gak tau harus nulis apa!

Entahlah, pikiran gue lagi buntu tapi pengen banget buat cerita. But sometimes, mood gue bisa berubah menjadi lebih baik saat menulis. Dengan menulis, gue bisa mencurahkan semua masalah gue lewat kata-kata. Gue nganggep tulisanlah yang paling bisa ngertiin perasaan gue, cuman lewat tulisan gue gak perlu takut dan malu untuk cerita tentang apa saja. Semuanya ngaliiiirrr gitu aja, tanpa beban. Seperti bercerita dengan seorang sahabat, tulisan bisa lebih dari itu. Dari zaman gue masih SMA, gue sering nulis di blog ini tentang berbagai masalah kehidupan gue. tapi sekarang, dan entah kenapa, pikiran gue jadi kesumbat. Gue gak bisa ngeluarin apa yang ada di kepala gue untuk gue ceritakan.

Menimbulkan mood untuk menulis itu memang susah. Gue lebih suka menulis dengan tipe
Share:

Jumat, 23 September 2016

Unblessed

To the point:

Gue pernah menjalin hubungan dengan seseorang; teman kuliah, teman seperjuangan, teman satu angkatan. Masing-masing dari orangtua kita tidak menyetujui, dengan alasan 'jangan menjalin hubungan serius dengan orang berbeda prinsip'. Awalnya gue ngotot mempertahankan hubungan, karena masih ada pihak yang menyetujui, hingga akhirnya di tahun ke-2 gue menyudahi hubungan dengan perempuan ini karena perbedaan prinsip agama dan pandangan hidup yang tidak sejalan.

Di saat gue pusing akibat masalah itu, gue jadi deket dengan seseorang, yang sebenernya dulu pernah gue suka.
Baidewei, orangtua gue pernah bilang jangan sampai terlalu dekat dengan dia, dengan beberapa alasan tertentu. Mereka berkeras dan memberikan wejangan yang menurut mereka baik buat gue. Namun, setelah beberapa waktu berjalan, gue hampir sering ketemuan sama dia. Dan di saat itu dia menanyakan sesuatu hal kepada gue:
Share: