Kamis, 10 April 2014

Bayu Berdemokrasi

#latepost

SEMLEKUM...

Kembali lagi di acara Bincang Politik bersama salah satu calon legislatif tahun ini: Bapak Agustya Bayu Firdaus, S.STP.

Selamat datang bagi para penonton dan pembaca setia Bayulicious yang selalu setia mendukung jalannya acara ini. Tidak lupa juga ucapan terima kasih disampaikan kepada saudara daeng Aditya Leonardo Pratama yang telah sukarela meminjamkan modemnya sehingga caleg kita ini bisa berinternetan lagi.

Ehem.

Check sound, test....

Baik, hari ini tanggal 9 April yah. Di tanggal ini negara kita mengadakan sebuah acara besar, yaitu pemilihan calon legislatif DPR, MPR, maupun DPD setempat. Untuk pertama kalinya saya ikut pencoblosan di negara orang. Saya sempet bingung, saya nanti mau milih siapa. Wong calon-calonnya saja saya tidak kenal wajah-wajahnya, gimana mau milih. Eem, mungkin nanti saya bakal milih caleg yang paling ganteng dan pinter ngedit fotonya.

Karena saya tidak mau kalah dari caleg-caleg di luar sana, maka mari kita bersama-sama dengan rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi memilih Partai Segitiga Dewa Cinta Badai Banjir Longsor Tornado Cetar Membahana, atau yang lebih dikenalnya di media sebagai Partai SEDECINBABALONGTOCEMEM.

Partai SEDECINBABALONGTOCEMEM ini yang notabene calegnya adalah anak hibahan dari suatu daerah, memilih mengikuti pemilu dengan sistem solo-partai karena tidak adanya partisipasi dari warga setempat.

Partai ini tidak bernomor, karena memang partai ini tidak lulus sensor. Jadi sebagai bahan pertimbangan saudara-saudara sekalian, dibawah ini adalah lambang resmi Partai SEDECINBABALONGTOCEMEM.

iya gue juga tau ini gambar jelek amat


1. Gambar segitiga dengan lingkaran di tengah melambangkan 3 pilar yang diusung partai ini, yaitu kejujuran, kearifan, dan keadilan. Lingkaran di tengahnya diartikan sebagai kita sebagai warga negara adalah suatu kelompok dari berbagai individu yang memiliki berbagai macam ras, suku, bahasa, dan ketampanan muka.

2. Warna hitam pada lambang segitiga menandakan kita berada dalam wilayah hukum, dan warna biru pada lambang lingkaran menandakan bahwa kita sebagai warga negara memiliki pikiran yang luas seluas langit biru di angkasa.

3. Lambang hati bersayap di dalam lingkaran biru adalah tanda bahwa kita harus selalu seantiasa membawa rasa kasih sayang ke seluruh penjuru dunia.

4. Gambar di sekeliling segitiga adalah padi dan susu. Kenapa jadi padi dan susu? Karena padi adalah sumber makanan pokok kita, dan susu adalah bagian dari 4 sehat 5 sempurna.

Dan berikut ini profil singkat calon legislatif partai ini:

Pendidikan caleg partai ini tidak kalah dari SBY. Walaupun sempet ketauan bahwa baru disunat pada kelas 6 SD, tapi tetep dengan mulus dia membawa kewibawaannya hingga ke atas mimbar kekuasaan.

Sempet masuk suatu universitas sebagai calon apoteker, dan masuk di berbagai organisasi sebagai sosok pembaharu yang membawa kedamaian dan rindu kasih sayang.

Setelah aktif di dunia politik, caleg ini gemar merembes berbagai makanan, seperti nasi padang, nasi goreng, sate, ayam keprek, dan berbagai minuman susu sehat. Tidak heran kalau para caleg zaman sekarang perutnya buncit seperti ibu-ibu yang telat ngelahirin 7 bulan.

Demikian profil calon pemimpin kita, dan ingat motto calon kita ini:

Talk less, do more.
Tak banyak bicara, bergerak seperti mesin.

Smooth..... seperti tanpa gerakan.

Dan kumandangkanlah selalu yel-yel kita:

disini gunung disana gunung
di tengah-tengah nya ada nelayan
saya bingung kamu bingung
kenapa bisa jadi ada nelayan

!@#$%^&*??

Okeh, cukup sudah.
Penyakit saya kambuh, obat saya abis, belom sempet beli di Jatos.

Kenapa Jatos?
Ah, bodo amat.

Ingat, pilihlah Partai SEDECINBABALONGTOCEMEM.

Kejahatan bisa datang kapanpun dan dimanapun. Waspadalah, waspadalaaaahh!!!

pesan moral: terlalu banyak kemakan doktrin tentang politik dan pemilu bisa menimbulkan kerusakan permanen pada otak.
Share:

Senin, 31 Maret 2014

A Notes on Highway...

Sebuah perjalanan membuat pikiran gue tertuang dalam sebuah tulisan.

Tulisan yang sebenernya engga begitu penting buat dibaca.

Gue baru pulang dari suatu tempat. Suatu tempat yang udah bisa membuat gue merasa bebas untuk sesaat. Suatu tempat dimana gue pergi bersama temen-temen yang baru gue kenal.

Sebelum itu gue hanya bengong sendiri, memikirkan kemana tujuan gue untuk pergi. Pakaian yang dikenakan sudah rapi, dompet sudah terisi tebal, muka udah ganteng, tapi tetap.. gue tidak mempunyai tujuan.

Setelah melihat travel yang lewat, gue nekat pergi. Entah kemana travel itu membawa gue pergi, gue tidak terlalu peduli. Di persimpangan, masuklah dua orang remaja duduk di samping gue. Pakaian yang mereka kenakan sama persis dengan gue, pakaian dinas. Sama. Mereka juga tidak punya tujuan yang pasti.

Kami bertiga pun pergi layaknya pemain Para Pencari Tuhan di tipi-tipi itu, berkeliling tanpa arah dan tujuan. Sebuah papan jalan menujukkan bahwa kami berada di sebuah kota di Jawa Barat. Disana, kami di drop oleh supir dan sisanya kami berjalan kaki menyusuri setiap kerumunan orang yang lewat.

Gue seakan merasa seperti berada di kota halaman sendiri. Gue bisa makan dengan sesuka hati, belanja dengan sesuka hati, dan tentunya bisa merasakan semua kebebasan ini dengan suka hati. Ah, lupakan sajalah.

Kami bertiga pergi hanya sekitar 3 jam. Karena waktu itu sudah menunjukkan pukul 6 sore, dan gue harus segera kembali ke habitat asli gue.

Dalam perjalanan pulang...

Ya, hujan menemani perjalanan gue.

Sebuah momen yang selalu bikin gue merasa lebih deket dengan kedamaian.

Gue terdiam dalam sunyi.

Temen disamping gue yang tadi ngajak ngobrol tidak taunya sudah terlelap memejamkan mata. Entah kenapa walaupun mata gue terkantuk-kantuk, gue tetep tidak bisa menutup mata. Gue masih menikmati indahnya perjalanan menuju pulang.

Diantara hujan yang turun, gue menuliskan catatan singkat ini. Diantara kesunyian ini, gue menerawang jauh ke luar jendela, pandangan gue menembus titik-titik air yang membasahi kaca. Jalanan yang mulus, wiper mobil yang bergerak naik turun, suara serak dari radio mobil membuat suasana ini semakin membawa gue ke alam yang lain.

Andaikan gue bisa merasakan suasana seperti ini sedikit lebih lama...
Share:

Kamis, 27 Maret 2014

Siap, salah!

Hidup di lembaga pendidikan seperti gue sekarang ini selalu dihantui oleh yang namanya senior. Tapi engga semua senior itu 'jahat', 'berhati setan', 'berhati batu', atau sebagainya, banyak juga senior-senior yang baik dan ramah hati.

Hukum senior-junior itu masih ada, tapi sekarang udah engga separah zaman dulu. Hubungan senior-junior sekarang udah berubah menjadi hubungan kakak-adik. Kekerasan juga udah hampir sirna, dan gue bisa merasakan damainya hidup sebagai praja.

Masa-masa Muda Praja seperti gue sekarang ini disebut sebagai masa penanaman. Dimana pada masa ini, para praja tingkat bawah dibina dan diberi arahan untuk menanamkan perilaku, sikap, mental, dan moral sebagai seorang praja yang baik. Wajar jika kita, seorang praja, pas berbuat salah diberi hukuman atau tindakan.

Selama ini gue ngerasa, gue engga pernah melanggar pelanggaran berat deh. Gue engga pernah merokok, gue engga pernah berjudi, gue engga pernah mabok...tapi gue pernah sih sekali mabok...mabok cintrot.

Iya, bicara masalah cinta lagi. Kalo kita mau dengan urusan cinta-mencinta di lembaga pendidikan seperti ini, lebih baik kalian balik kanan. Karna gue tau, disini soal yang kaya begituan adalah hukum haram bagi tiap-tiap kontingen.

Mungkin gue pernah ngelakuin hal yang salah yang berakibat pada hancurnya hati seorang perempuan. Mungkin juga gue pernah ngelakuin hal yang fatal karena tulisan gue sendiri.

Semua orang pasti mempunyai angan-angan atau akal pikirannya masing-masing. Kita belum tentu tau apa yang ada di pikiran orang itu dan menjabarkannya. Gue, dan tulisan gue ini, adalah hasil dari apa yang gue pikirkan dan gue tuangkan dalam kata-kata. Semua yang gue tulis adalah kenyataan dari apa yang gue rasakan. Dan perlu digarisbawahi, tulisan gue bukan untuk menghujat atau menyinggung perasaan orang lain sekalipun.

Gue sadar, mungkin dari sekian puluhan bahkan ratusan orang yang baca blog gue ada yang pernah merasa tersinggung, engga enak hati, atau bahkan cemburu. Gue tau itu, dan gue engga pernah bermaksud demikian.

Jadi tolong, dengan penuh rasa kasih sayang, gue mohon pengertiannya yang amat sangat. Jangan merasa tersinggung ataupun marah pada gue, karna gue hanya menuangkan apa yang ada di pikiran gue.

Kalaupun gue pernah terlanjur bikin kalian sakit hati, gue hanya bisa bilang: Siap, salah!

Tanpa banyak alasan, tanpa banyak basa-basi, dan tanpa banyak penjabaran.

Gue khilaf, dan seperti yang kalian tau:
I share what is on my mind :)

Salam galau,

BFA


Share:

Rabu, 26 Maret 2014

SU, BE, atau JO ?

Tulisan kali ini agak berbau sedikit diskriminatif. Jadi tolong yah kalo ada salah satu diantara kalian yang ngebaca blog ini harap dibaca dengan kepala dingin dan pengertian yang amat sangat. Jadi kalo ada dari kalian yang merasa tersinggung ato apa, mohon maaf yah... Ayem peri peri sori dori mori...

Sebelomnya beberapa hari ini gue ngerasa badan gue kok aneh ya. Pusing, lemes, pegel-pegel, tapi gue engga ngerti kenapa. Mungkin kecapean aja kali ya. Temen-temen gue juga bilang beberapa hari ini gue rada aneh..mungkin tambah cakep aja kali, hehe.. Tapi gue bingung kalo mau curhat masalah kesehatan gue sama temen-temen gue disini pake bahasa banjar. Jadinya mungkin kaya gini kali ya:

temen: 'kamu kenapa bay, kok lemes gitu?'
gue: 'ulun lagi gagaringan nah'
temen: 'hah? apa itu artinya?'
gue: 'saya lagi sakit nih'

Kalo gitu masih enak.

Tapi kalo misalkan ada orang bule ato pas orang Thailand yang kemaren nanyain keadaan gue:

dia: 'what's wrong with you? you look different today...'
gue: 'i don't know, i'm not feeling good today. i think i have not delicious body.'
dia: 'HUH??!! what the fuck is not delicious body??'
gue: 'yeah, i mean i think i just got enter wind.'

Buahahaha... dasar danco! Kasian banget yah, orang-orang Thailand engga tau penyakit masuk angin. Ah engga lepel nih...

Lanjut, seperti sekarang hujan kembali mengguyur wilayah Jatinangor dan sekitarnya. Niat gue mau berangkat kuliah batal. Padahal lagi rajin-rajinnya nih buat ke kelas. Soalnya di kelas udah ada yang menjadi motivasi gue.

Yah kalian pasti ngerti lah gue ngomongin apa.

Hujan-hujan kaya gini bikin diri gue tenang. Pikiran gue bisa rileks, dan terkadang gue dapet ilham buat nulis. Entah kenapa, gue terlena gitu aja ngedenger suara tetesan-tetesan air hujan menyentuh tanah. Because yeah, I love the rain.

Kemaren malam gue nelpon mama gue disela-sela kelas kerohanian. Gue cerita ke mama masalah sulitnya ngatur keuangan junior untuk senior, cerita ini cerita itu, dan akhirnya pembicaraan kami berujung pada sebuah pertanyaan dari mama gue:

'kayapa binian yang di Solo samalam tih?'
terjemahan: 'gimana cewe yang di Solo kemaren?'

Gue sempet terdiam untuk sesaat. Pertanyaan ini sangatlah sulit untuk dijawab. Bahkan anak-anak SD pun engga bisa menjawab pertanyaan itu.

Gue bingung kalo bicara masalah beginian. Karena apa, gue bingung hati gue ini mau gue taruh kepada siapa. Ceileh, gaya banget bahasa lu bay. Ehem maklum terbawa suasana.

Karena, yah...gue ada naruh perasaan sama temen di kelas gue. Udah lama, semenjak awal-awal masuk gue ngeliat dia tuh berasa ada yang beda. Serasa ada sesuatu dari dia yang membuat gue jadi on lagi. Orangnya juga gampang diajak ngobrol dan becandaan. Tapi sayang, dia dari kontingen yang berbeda. Ya itu lagi. Kontingen, kontingen dan kontingen. Semuanya dibatasi karena suatu hal yang bernama kontingen.

Kemaren-kemaren juga, sekitar hampir satu bulanan, gue dikenalin dengan seseorang oleh temen gue. Gue tuh sebenernya engga niat sih buat kenalan sama orang lain, karena yang gue tau yang gue alamin saat ini gue lagi engga mau ribet soal cewe. Tapi gue juga jenuh engga ada 'temen deket' yang bisa buat sharing dan cerita. Akhirnya gue mau aja dikenalin sama temen gue itu. Ya awalnya emang canggung sih buat ngontak dia. Mau gue kirim kaya 'eh kenalin..aku bayu cowo ganteng dari kalsel', yang ada gue nanti malah dibilang najis ama dia. Mau gue kirim 'kamu mau engga kawin sama aku?', gue takut malah digampar trus dibunuh hidup-hidup.

Gue pun ngirim chat pertama gue dengan hal yang realita:
'ini **** temennya si Fahmi ya?'

Yups, chat gue itu pun direspon dengan baik oleh dia. Chat itu berlanjut dan berlanjut hingga sekarang. Di tengah-tengah itu, gue sempet ragu sama dia: dia nya mau engga ya sama gue? Gue berniat mau ngajak ketemuan waktu gue dapet pesiar kemaren. Eh ternyata pesiar gue cuman dapet beberapa jam, engga memungkinkan buat gue pergi ketemuan sama dia.

Nyesek sih, tapi ya apa boleh buat.
Rencana blind date gue gagal total.

Si dia itu anak Serang, Banten, dan sekarang dia lagi menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Nah, jelas banget dia orang Sunda. Gue aja sempet bela-belain minta ajarin bahasa Sunda sama temen gue, biar nyambung ngomongnya. Hohoho...

Gue berharap nanti suatu saat gue punya waktu lebih buat bisa kenal dan ketemuan langsung sama dia. Biar gue bisa tau responnya dia pas ngeliat gue. Gue nyadar sih, gue ini engga ganteng-ganteng amat. Yah standar lah, muka minimalis. Gue ragu apa dia mau deket sama gue. Takutnya apa, gue takutnya pas dia ngeliat gue, dia langsung ngerespon dengan kalimat: 'anjrittt, ternyata kaya gini orangnya yang selama ini ngubungin gue!!"

Yeah..begitulah. Gue engga bisa terlalu banyak berharap lebih buat naruh hati pada kaum Hawa, untuk sekarang ini. Gue hanya bisa memandang dan menaruh perasaan yang tak bisa disampaikan dari sanubari gue.

Karena, ya,
gue hanya orang yang jatuh cinta diam-diam.
Share:

Minggu, 23 Maret 2014

Tentang Pesiarku...

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena harapan pesiar yang sudah lama terbendung sejak dulu akhirnya tersampaikan juga. Walaupun pesiarnya bukan terpimpin, pesiar mandiri pun senengnya minta ampun.

Akhirnya gue bisa keluar kampus, dan melihat dunia luar.
Tapi..
yang sangat disayangkan, gue terjebak diantara kontingenisasi.

Awalnya gue pengen ngajak temen-temen dari kontingen lain ke Bandung. Tapi kontingen gue sendiri 'meminta' gue dan temen-temen lainnya pergi ke Jatos, sebuah mall kecil di Jatinangor. Disana gue dan temen-temen hanya keliling-keliling kaya orang sesat, celingak-celinguk ga keruan. Paling cuman makan makanan yang gabisa dinikmati waktu dalam kampus, karaokean, dan bahkan terkadang sesekali melirik dan ngasih senyum ke teteh-teteh geulis Bandung.

Dari jam 11 siang sampe jam 3 gue cuma terjebak diantara kerumunan masyarakat yang tumpah ruah di Jatos. Bosen, sangat. Awalnya gue pengen pergi ke kota, carter mobil, atopun pake travel gitu buat refreshing sama temen-temen. Tapi waktu yang diberikan buat pesiar kali ini engga memungkinkan buat pergi sampe kesana. Jadilah keindahan kota Bandung hanya menjadi angan-angan bagi gue.

Gue sempet tertunduk lesu karena kecapean di foodcourt. Bukan, gue bukannya abis mabok. Tapi karna gue abis aja membantas habis makanan disana. Ajigile, makin buncit aja nih perut gue. Bukannya six pack, tapi malah buncit pack.

Berjam-jam disana dipikir engga ada yang bakal dikerjain lagi, ke kost pun juga males, gue pun memutuskan untuk pulang duluan dengan adek-adek kontingen.

Jam 4 lewat 5 menit lewat 23 detik tepat gue melangkahkan kaki lagi memasuki gerbang PKD yang megah itu. Langkah ini pula, mengiringi gue untuk kembali melanjutkan pendidikan gue di kampus IPDN sebagai Muda Praja.

Apakah akan tetep sama seperti biasanya? Apakah akan tetep datar seperti biasanya? Apakah Ahmad Dhani akan kembali dengan Maia Estianty?

Saksikan setelah pesan-pesan berikut ini...
Share:

Rabu, 19 Maret 2014

The Rains Has Come

Huftt, gue baru aja selese binsik mandiri di wisma. Dan tersiar kabar, gue bakalan mendapatkan ujian akhir semester dalam kurun waktu 2 minggu lagi.

*terdengar erangan Bayu di kejauhan*

Eniwei, saat ini lagi sering-seringnya Bandung diguyur hujan. Mungkin bukan cuma Bandung aja kali ya, katanya di daerah gue juga sempet hujan berhari-hari dan sempet dilanda banjir gitu. Ah jadi pengen main banjir lagi seperti dahulu kala.

Nah sekarang coba kalian bayangin lagi berdiri di depan kulkas. Buka freezernya dan tempelkan muka kalian di dalam freezer sambil berpose unyu dengan satu jari menempel di bibir. Dan rasakan apa yang terjadi? Pastinya dngin kan?

Dan sedingin itulah hawa beberapa malam ini.

Gue engga bo'ong.

Ajigile, the rains has come dan gue engga terlalu nge-feel, dinginnya itu udah bisa bikin gue membeku. Lah kalo panas? Buka baju sampe telanjang juga engga ngaruh kalo panasnya seperti siang hari disini. 64 derajat celcius. Bingung gue bisa tau suhunya darimana? Oke abaikan.

Biasanya kalo udah panas gitu, gue jadi rajin mandi. Dari yang dulunya mandi 2 minggu sekali, hingga sekarang gue mandi hampir setiap kali gue merasa gerah. Dan panasnya itu loh, super panas. Berbagai cara udah gue coba demi mensiasati rasa panas yang amat sangat ini, mulai dari buka baju sambil kipas-kipas, sampe perilaku yang sangat ekstrim tidur cuma pake kolor engga pake celana.

Belom lagi wisma gue ini dihuni oleh 95 makhluk dari berbagai macam spesies. Udara dan oksigen pun saling berebutan. Bagus banget deh.

Mending juga dingin pas malam hari. Masih bisa melindungi diri dengan cara memakai baju berlapis. Kalo udah dingin kaya gitu, terpaksa gue tidur pake jaket sambil ngumpet di balik selimut.

Eniwei lagi, kampus gue sekarang lagi rame-ramenya kedatangan tamu dari luar. Kemaren ada mahasiswa-mahasiswa Thailand dari Khon Kaen University datang kemari. Katanya sih mereka pengen ngerasain kehidupan praja selama dua minggu. Well, kalo gue bisa bahasa Thailand gue bakalan ngasih tau ke mereka, that's life is so fucking boring awesome.

Dan kemarin sore, kampus gue kedatangan anak-anak SMA Taruna Nusantara. Mereka pada pake baju putih abu-abu seperti gue awal masuk dulu. Setiap kali mereka ada papasan sama gue, mereka kerap mengucapkan: "Selamat pagi ka", "Selamat siang ka", ataupun selamat selamat yang lainnya. Huh kaya udah berasa punya adek junior aja.

PS: tinggal 4 bulan lagi masa Muda gue akan berakhir, dan itu artinya....gue akan punya bintang yang bakal melekat indah di dek gue, and finally I'll become a Madya Praja. Oh yeah....

Mid chat in a hat:

gue: (bikin status) "I miss you even though you'll never know"
*sensor*: Ecieee kangen pacarnya
gue: Idih apaan sih kok ngomongin pacar lagi -_-
*sensor*: Hehehe iya engga deh
gue: (dalam hati) Bilang aja cemburu :p
Share: